Saturday, September 5, 2020

Saat Istri Berbagi Tips dan Trik Wawancara Online

Bulan ini, istri saya diminta untuk berbagi di kelas online. Dia diminta untuk bebagi ilmu tentang wawancara kepada mahasiswa calon wisudawan Fisika ITERA. 

Saya pikir ini adalah gagasan yang menarik dari sebuah program studi baru. Setalah panita mengontak saya untuk menanyakan kepada istri saya apakan bersedia atau tidak. 

Mulanya menolak karena Ia baru saja resign dari profesi psikolog sekolah dan sedang sibuk mengurusi anak ke-3 kami yang masih bayi.

Akhirnya dia setuju setelah bernegosiasi dilakukan akhir pekan dan saya yang harus menjaga si kecil. Mandiin dll...wkwkwk

 

Credit: Socks-Studio.com


 

Akhirnya kesepakatan terjadi dan terlaksanalah kegiatan kelas online tersebut.

Syukurnya dia senang berbagi materi dan saya lihat respon mahasiswanya juga bagus meski kami sempat terkendala jaringan dan masalah video yang tidak muncul.

Semoga menjadi kebaikan yang dihitung pahala oleh-Nya untuk istri saya, dan semua yang mendukung kegiatan positif ini.


Monday, August 31, 2020

Sidang Skripsi Mahasiswa 2020

Akhir Agustus hingga pertengahan September ini adalah masa Sidang Skripsi Mahasiswa di kampus tempat saya mengabdi.

Di tengah ujian Pandemi kali ini merubah teknis sidang Sripsi pada umumnya.

Sebagian dilaksanakan secara daring dan luring atau bahkan secara daring sepenuhnya.

Wajah-wajah mahasiswa tingkat akhir yang cemas dan bahagia berkumpul menjadi satu.

Mereka mengingatkan saya saat pengerjaan dan ujian skripsi dahulu. 

Kecemasan yang berlebihan dan kebahagian yang tak tertahankan karena berhasil melalui tahap penting fase kehidupan: lulus dari perguruan tinggi. 

Sidang Skripsi adalah ujian puncak dari seorang mahasiswa strata satu yang bertujuan untuk memberikan pembekalan akhir kepada calon sarjana dalam menghadapi kehidupan sesungguhnya.

Nilai-nilai kerja keras, pantang menyerah, optimis, dan kejujuran adalah hal yang dikedepankan dalam ujian skripsi. Tidak mudah memang untuk dapat melaluinya.

 

 

Credit: Art Claralieu
Credit: Clara Lieu Art


 

Semoga mahasiswa-mahasiswa saya dapat mengambil banyak hikmah dan keberkahan dalam menjalankan ujian Skripsi tersebut.

Aamiin.


Sunday, August 2, 2020

Perjalanan Menjadi Ayah (Bag.2)

Mata ini masih belum menemukan kantuknya.

Ibun, Kakak dan calon dede bayi telah tertidur dengan nyenyak di kamar.

Seperti biasa kami telah membelah kota dengan sepeda motor tua kesayangan.

Melalu sepeda motor tua itu, saya belajar menjadi seorang ayah yang lagi-lagi menemukan cara tersendiri untuk menikmati hidup dan kebahagiaan.

Saya belajar tentang arti penting keselamatan bagi orang-orang tercinta.



Bersama-sama dalam kesulitan mencari nafkah adalah bentuk permohonan saya kepada Allah SWT  agar senantiasa menjaga keselamatan kami di dunia.

Jika meminta keselamatan di jalan raya begitu besar dan bersungguh sungguh, mengapa saya tidak menaruh porsi yang jauh lebih besar untuk keselamtan di kampung asal negeri Akhirat?


Salam



Saturday, August 1, 2020

Cerita Di balik Terbitnya Buku Fisika Kuantum Kami (Bag. 3)


Saya terharu membacanya.



Mungkin perasaan unik inilah yang dirasakan oleh para penulis buku,
Terlepas laku atau tidaknya buku mereka.

Adalah ketika pembaca melihat buku kita menjadi jauh lebih dari buku yang kita maksudkan. Saya menulis buku itu mungkin hanya untuk menjawab keresahan saya bahwa Fisika Kuantum itu-dibalik super kerumitannya-ada banyak sisi serunya. Kita masih tetap bisa haha-hihi di tengah sesuatu yang kita sebenarnya tidak mengerti sama sekali. Tetapi di mata pembaca buku kita bisa menjadi lain, buku itu bisa menjadi semacam harapan. 


Alhamdulillahirabbilalamin. Semuanya saya kembalikan lagi kepada Rabb semesta Alam, Allah Azza wa Jalla.


Postingan ini dimaksudkan sebagai rasa syukur saya dan untuk memotivasi sahabat di sini untuk terus menyelesaikan tulisannya sehingga menjadi sebuah buku dan dapat dibaca sebanyak-banyaknya orang.

Kita tidak pernah tahu buku kita sejauh mana dalam memberikan arti bagi orang lain.

Saya ingin mengajak Anda untuk bisa merasakan hal yang sama. Saya doakan. Aamiin.


Oia bagi yang sudah baca buku ini saya ucapkan terima kasih. Boleh juga berbagi testimoninya. 
Kritik dan saran juga boleh ya.





Salam hangat

Okky

Tuesday, May 19, 2020

Negara Kita adalah Negara Dermawan

Senang sekali rasanya membaca berita positif kali ini.

Kompas, ,18 Mei 2020 menurunkan sebuah berita yang membuat hati ini berbunga-bunga.

Negara kita termasuk negara dengan tingkat kedermawanan yang tinggi.

Semoga ini menjadi semacam pemicu bangsa ini agar terus bergerak bersama untuk masa depan yang terbaik.

Sumber: Kompas 18 Mei 2020


Saya masih penasaran, rentang usia yang mendominasi data tersebut. Jika usia produktif atau bahkan masuk generasi millenial, rasanya sungguh menarik. Ada pergeseran nilai-nilai kebahagian sepertinya. Ini yang meski kita harus jaga bersama. Karakter peduli dan bergerak bersama.

Namun saya sempat juga berfikir, negara kita literasinya termasuk paling rendah.

Apakah bangsa kita lebih menyukai menyumbangkan uangnya dari pada membeli buku? Hehe.

Hanya dugaan saja.

Sumber; Kompas 18 Mei 2020


terima kasih telah membaca tulisan ini.

Sehat selalu

Stay Home, and don't stop!

Saturday, May 16, 2020

"Ya Ampun, Si Dirac!"

- Pemikir


Saya sudah lama tidak menggambar seserius proyek komik strip ini, meski saya hanya mencontoh gambar aslinya, tapi tidaklah mudah karena jari-jemari ini sudah kaku karena terlalu sering menurunkan rumus.. haha..bercanda.

Karena gambarnya kecil dan menjadi satu kesatuan dari satu judul buku, sehingga sulit untuk difoto/discan jadi saya harus plototin benar-benar untuk menggambarnya. Dan agar font tulisannya sesuai dengan aslinya saya sampai harus riset mencari-cari nama font apa yang dipakai komik aslinya. Ketemu. Semoga cocok.




Saturday, April 11, 2020

Menjaga Karya Saat Bekerja dari Rumah

Sebagian orang mungkin tidak percaya, jika saya mengatakan ada seseorang yang mendapatkan gelar profesor sekaligus jabatan tertinggi dari sebuah universitas ternama di dunia hanya dalam waktu empat tahun, setelah dinyatakan lulus sarjana. Orang tersebut adalah Isaac Newton, salah satu ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Newton mendapatkan posisi sebagai Professor Lucasian dari Universitas Cambridge, Inggris  pada usia 27 tahun! Sebuah jabatan yang juga dipegang oleh fisikawan ternama Stephen Hawking pada masa berikutnya. 

Hal menarik dari Newton adalah, pencapaian tersebut ia raih berkat karya-karya besarnya yang justru tidak dilahirkan saat ia berkerja dan berkarya di lingkungan kampus. Namun saat ia berkarya dari rumahnya, di sebuah desa di Inggris, saat negara tersebut harus lockdown.
  
Kala itu terjadi sebuah peristiwa besar di Inggris yang dikenal sebagai The Black Death. Akhir tahun 1665 hingga 1666, sekitar seratus ribu orang meninggal dunia di kota London. Sebuah wabah besar akibat penyakit pes bubo (bakteri pestis yersinia) yang dibawa oleh kutu-kutu dari tikus-tikus got. Raja Charles II dan kalangan istana melarikan diri ke Oxford. Sebagian besar dokter, pengacara, pedagang dan kaum kaya berbondong-bondong meninggalkan London. Penduduk miskin terpaksa bertahan sambil menyaksikan wabah mematikan itu menggerogoti orang-orang terdekat mereka. Karena semua universitas ditutup, Newton pulang ke desanya di Woolsthorpe, Lincolnsire, sebuah desa yang jauh dari kota London setelah ia baru saja dinyatakan lulus sarjana dari Universitas Cambridge.



Sunday, March 22, 2020

Catatan Saat Program Bekerja dari Rumah #1

Kampus telah memutuskan semenjak tanggal 16 Maret 2020, seluruh civitas akademika berkerja dan berkarya dari Rumah.

Saya menyambutnya dengan gegap gempita meski kekhawatiran besar masih melanda tehadap pandemi Covid-19 ini. Namun jika kekhawatiran tersebut dibiarkan mendominasi maka kita akan terus terkukung dalam hidup. Kita akan jauh dari apa yang disebut sebagai kebahagian.

Pikir saya, pada saat-saat seperti ini justru kita wajib menebalkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanaallahu wa Tala dan tentunya tetap berkarya untuk dapat memberikan arti dalam hidup kita dan orang - orang tercinta.

Saya mulai menyusun program extra di rumah selain kewajiban memenuhi tri darma perguruan tinggi.  Kemudian pula saya mulai lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan jasmani saya dan keluarga.

Credit : http://dottywren.blogspot.co.uk/


Sungguh kesempatan saat ini saya akan tetap berusaha berpikir positif dan mempersiapkan segala sesuatunya agar dapat melaju lebih cepat dalam memberikan kebermanfaatan.

Apakah Anda sudah membuat program ekstra 'Bekerja dari Rumah' ?

Silahkan share di kolom komentar ya

Terima kasih



Sunday, February 16, 2020

Testimoni Buku Fisika Kuantum

Halo!

Saya kembali lagi menulis kembali.

Kayaknya dari dulu selalu bilang 'saya menulis kembali' wkwkwk

Semangat utamanya adalah ingin mendokumentasikan suatu hal yang sangat berkesan bagi saya belakangan. Testimoni dari buku yang sudah saya terbitkan. Buku Fisika Kuantum untuk masyarakat umum.

Sebenarnya saya sudah cukup banyak mendapatkan testimoni dari para pembaca buku saya. Banyak pula yang membuat saya kaget, bersyukur, dan membuat saya merasa bersemangat untuk menulis kembali.


Semua kemudahan dan kebahagian tersebut saya kembalikan kepada pemilik semuanya yaitu Rabb semesta alam, Allah Azza wa Jalla.

Di bawah adalah salah satu contoh yang ketika membacanya berulang-ulang seringkali membuat saya Baper. Hehe 




Untuk beberapa waktu sekarang saat ini saya sedang berfokus di penelitian dan pengabdian masyarakat di program studi sembari menyebarkan dan memikirkan ide-ide agar semangat buku fisika kuantum yang saya tulis bisa lebih menyebar dan lebih bermanfaat bagi banyak orang.

Membawa visi dan misi besar tersebut, tentunya strategi yang perlu dilakukan haruslah kreatif, inovatif dan tetap menojilkan nilai-nilai edukasi positif.

Buku Fisika Kuantum kami harus bersaing dengan begitu banyaknya gempuran buku-buku novel percintaan, kegalauan remaja atau bahkan orang dewasa, serta cerita-cerita dari budaya luar negeri.

Saya tidak menyalahkan atau menjadikan musuh semua buku-buku tersebut, justru terpacu kembali dalam menghasilkan buku-buku yang semoga lebih 'bergizi' dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di negeri ini.

Namun saya menyadari, semua tidak perlu buru-buru dan tergesa-gesa. Menikmati saja prosesnya dan biarkan karya karya saya sebelumnya yang tersebar baik di media cetak dan online semakin memberikan manfaatnya dan menjadi amal kebaikan saya dan keluarga.

Pada tulisan-tulisan selanjutnya, saya akan berusaha terus berbagi sejauh apa yang menurut saya bisa dibagi dan memberikan manfaat kepada orang banyak.

Jadi, tunggu terus ya!

Terima kasih sudah mau membaca tulisan-tulisan saya.

Dan terima kasih telah menjadi kawan saya di dunia maya mau pun nyata

Salam

Okky FTM



Saturday, January 18, 2020

Catatan Harian Pendidik Fisika

Ini adalah judul dari seri tulisan yang akan saya coba kumpulkan.

Mudah-mudahan bisa konsisten untuk menulis sehingga bisa bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Tulisan-tulisan pada seri ini, akan berisi seputar pengalaman-pengalaman, teori referensi, atau pemikiran-pemikiran yang ada di kepala ini selama menjadi pendidik sains, khususnya bidang fisika.

Adaptasi dari cerita-cerita yang pernah saya tuliskan dahulu saat menjadi seorang guru di Bandung. Pun ketika menjadi dosen di program studi fisika.

Saya berharap tidak melulu berisi segala sesuatu yang serius dan penting. Cukup membuat tersenyum dan berkata "iya juga ya!" dari pembaca adalah sudah cukup dari output target luaran dari tulisan-tulisan yang nanti saya akan buat.





Jika dirasa oleh pembaca ada yang kurang pas, berlebihan dan tidak pantas dst.

Pembaca bisa mengontak saya secara japri melalui sosial media.Agar baik untuk semua dan tidak menimbulkan keributan yang tidak pas di ranah jagat internet.

Pada intinya tulisan - tulisan ini nanti akan saya kumpulkan menjadi sebuat catatan perjalanan saya selama menjadi pendidik. Tidak mungkin 100% terbaik dan menjadi cocok untuk pendidik lainnya.

Hanya saja agar menjadi sumbangan cara pandang yang berbeda dari seorang 'Okky' untuk pendidikan di Indonesia yang kita cintai bersama. hehe

Sudah ah, jadi serius begini jadinya.

Ohya catatan akhir dari tulisan pembuka ini adalah saya ingin kembali menulis dengan bebas tanpa tendensi apa pun baik dari editor, penerbit, keinginan pasar atau siapa pun. Menulis bebas tanpa paksaan yang mengganggu. Seperti ilustrasi di atas "Flow". Mengalir.

Jadi tentunya akan banyak kesalahan atau kekeliruan di sana sini. Maka dari itu saya meminta maaf ya sebelumnya.

Oke, itu saja dahulu

Salam hangat

Okky Fajar Tri Maryana

Saturday, August 24, 2019

Program Media Digital di Pesisir Selatan Sumatera Barat

Bismillahirrahmanirrahim.

Agustus yang terik di tahun ini, alhamdulillah saya berkesempatan kemabali untuk belajar besama dengan para pendidik di daerah pedalaman. Kali ini saya dipercaya untuk menjadi fasilitator pembelajaran melalui media digital bagi guru-guru di SMP N 4 Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. 



Saturday, May 25, 2019

OR Volunteer KLASIKS 2019

Siapa tahu sahabat netizen ada yang tertarik bergabung menjadi Volunteer jarak jauh  atau bisa bantu untuk menyebarkan, siapa tahu ada yang memerlukan. Terima kasih.
(tanya-tanya, diskusi dan kolaborasi bisa jalur pribadi saya atau tim)

Halo Sahabat semua!
Perkenalkan, kami adalah tim KLASIKS

Apa itu KLASIKS?
KLASIKS adalah singkatan program kegiatan Kelas Asik Sains yang dilaksanakan oleh Rumah Belajar Aulia Rahman yang berbasis di Lampung.
Silahkan kunjungi IG kami bila ingin mengenal kami lebih jauh ya ( @rumahbelajaraulia atau klik di http://bit.ly/KLASIKS_id).


Yang paling hits di tahun 2018 lalu kami menerbitkan Buku KLASIKS yang berjudul:

Monday, May 13, 2019

A Brief History of You (Bag.2)

Saya memulainya dengan menulis puisi. Semua bermula dari kumpulan kata yang tidak jelas maknanya buat orang lain yang membacanya. Tapi buat saya? Sama saja. haha

Lanjutan dari caption Postingan IG saya yang lalu bahwa menerbitkan puisi yang menjadikan saya semakin bersemangat untuk menulis dan mempublikasikan karya tulis saya. (link Instagram)

Meski kebanyakan isi puisi yang saya buat dan baca selama ini menye-menye tentang kegalauan hati. Apa lagi saat saya jatuh cinta dahulu. Hohoho.

Puisi adalah wadah yang pas buat menyalurkannya ketika saya tidak berani mengungkapkan secara langsung.

Ternyata hingga sekarang, anak-anak millenial suka juga yang menye-menye. Melihat dari laku kerasnya buku-buku puisi bergaya pop penyebar kegalauan para jomblo. Ditambah pula Novel-novel cinta muda-mudi yang merindukan pasangan dan hubungan yang penuh bunga-bunga…haha. 
 
Btw dulu saya pernah pula terjebak membaca satu dua di antaranya. Wkwkwk.


Sunday, May 5, 2019

The Coldest Materials



Video ini menjelaskan kepada kita tentang bahan paling dingin di alam semesta. Sangat menarik pula penjelasan mengenai definisi dingin.

Selamat menyimak ya.

Notes from TED-Ed

The coldest materials in the world aren’t in Antarctica or at the top of Mount Everest. They’re in physics labs: clouds of gases held just fractions of a degree above absolute zero. Lina Marieth Hoyos explains how temperatures this low give scientists a window into the inner workings of matter, and allow engineers to build incredibly sensitive instruments that tell us more about the universe. 



Lesson by Lina Marieth Hoyos, animation by Adriatic Animation.