Showing posts with label buku fisika. Show all posts
Showing posts with label buku fisika. Show all posts

Saturday, August 1, 2020

Cerita Di balik Terbitnya Buku Fisika Kuantum Kami (Bag. 3)


Saya terharu membacanya.



Mungkin perasaan unik inilah yang dirasakan oleh para penulis buku,
Terlepas laku atau tidaknya buku mereka.

Adalah ketika pembaca melihat buku kita menjadi jauh lebih dari buku yang kita maksudkan. Saya menulis buku itu mungkin hanya untuk menjawab keresahan saya bahwa Fisika Kuantum itu-dibalik super kerumitannya-ada banyak sisi serunya. Kita masih tetap bisa haha-hihi di tengah sesuatu yang kita sebenarnya tidak mengerti sama sekali. Tetapi di mata pembaca buku kita bisa menjadi lain, buku itu bisa menjadi semacam harapan. 


Alhamdulillahirabbilalamin. Semuanya saya kembalikan lagi kepada Rabb semesta Alam, Allah Azza wa Jalla.


Postingan ini dimaksudkan sebagai rasa syukur saya dan untuk memotivasi sahabat di sini untuk terus menyelesaikan tulisannya sehingga menjadi sebuah buku dan dapat dibaca sebanyak-banyaknya orang.

Kita tidak pernah tahu buku kita sejauh mana dalam memberikan arti bagi orang lain.

Saya ingin mengajak Anda untuk bisa merasakan hal yang sama. Saya doakan. Aamiin.


Oia bagi yang sudah baca buku ini saya ucapkan terima kasih. Boleh juga berbagi testimoninya. 
Kritik dan saran juga boleh ya.





Salam hangat

Okky

Sunday, February 16, 2020

Testimoni Buku Fisika Kuantum

Halo!

Saya kembali lagi menulis kembali.

Kayaknya dari dulu selalu bilang 'saya menulis kembali' wkwkwk

Semangat utamanya adalah ingin mendokumentasikan suatu hal yang sangat berkesan bagi saya belakangan. Testimoni dari buku yang sudah saya terbitkan. Buku Fisika Kuantum untuk masyarakat umum.

Sebenarnya saya sudah cukup banyak mendapatkan testimoni dari para pembaca buku saya. Banyak pula yang membuat saya kaget, bersyukur, dan membuat saya merasa bersemangat untuk menulis kembali.


Semua kemudahan dan kebahagian tersebut saya kembalikan kepada pemilik semuanya yaitu Rabb semesta alam, Allah Azza wa Jalla.

Di bawah adalah salah satu contoh yang ketika membacanya berulang-ulang seringkali membuat saya Baper. Hehe 




Untuk beberapa waktu sekarang saat ini saya sedang berfokus di penelitian dan pengabdian masyarakat di program studi sembari menyebarkan dan memikirkan ide-ide agar semangat buku fisika kuantum yang saya tulis bisa lebih menyebar dan lebih bermanfaat bagi banyak orang.

Membawa visi dan misi besar tersebut, tentunya strategi yang perlu dilakukan haruslah kreatif, inovatif dan tetap menojilkan nilai-nilai edukasi positif.

Buku Fisika Kuantum kami harus bersaing dengan begitu banyaknya gempuran buku-buku novel percintaan, kegalauan remaja atau bahkan orang dewasa, serta cerita-cerita dari budaya luar negeri.

Saya tidak menyalahkan atau menjadikan musuh semua buku-buku tersebut, justru terpacu kembali dalam menghasilkan buku-buku yang semoga lebih 'bergizi' dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di negeri ini.

Namun saya menyadari, semua tidak perlu buru-buru dan tergesa-gesa. Menikmati saja prosesnya dan biarkan karya karya saya sebelumnya yang tersebar baik di media cetak dan online semakin memberikan manfaatnya dan menjadi amal kebaikan saya dan keluarga.

Pada tulisan-tulisan selanjutnya, saya akan berusaha terus berbagi sejauh apa yang menurut saya bisa dibagi dan memberikan manfaat kepada orang banyak.

Jadi, tunggu terus ya!

Terima kasih sudah mau membaca tulisan-tulisan saya.

Dan terima kasih telah menjadi kawan saya di dunia maya mau pun nyata

Salam

Okky FTM



Saturday, March 23, 2019

Cerita Di balik Terbitnya Buku Fisika Kuantum Kami (Bag. 2)


Kenapa hingga bisa sampai diterbitkan penerbit Mayor Yrama Widya?

Kisah bermula dari segelas teh yang berada si samping saya saat ini…hehe

#sambilNyeruputTeh

Semenjak saya menjadi guru di sekolah inklusi di Bandung dahulu saya memiliki beberapa buku pegangan. Nah, dari deretan buku pegangan yang banyak yang diberikan sekolah kepada saya. Buku-buku dari Penerbit Yrama Widya termasuk pada jajaran teratas buku yang menjadi referensi dan membantu saya dalam menyiapkan materi pembelajaran di kelas.

Saat itu saya baru tahu ada penerbit ini. Keren juga ternyata. Sebelumnya saya hanya mengetahui raksasa besar penerbit Erlangga yang merajai buku-buku sekolah, yang ternyata kantor pusatnya itu dekat dengan rumah orang tua saya di jakarta.

Hingga cukup lama buku-buku penerbit Yrama Widya ada di rak meja kerja saya. Tapi saya tidak pernah terpikir saat itu kalau saya akan menulis dan menerbitkan buku-buku pelajaran. Buku untuk anak sekolahan, apalagi univesitas. Apalagi menerbitkan buku di penerbit Yramawidya.

Terpikir saat itu ketika usia masih muda belia adalah menulis sebuah buku cerita semacam novel perjuangan hidup yang mengispirasi. Bukan novel-novel yang penuh dengan percintaan cengeng dan menghayal. Tapi buku cerita dengan latar pendidikan yang dapat memberikan manfaat banyak bagi siapa saja yang membacanya.

Akan tetapi, mimpi itu belum terwujud. Menjadi penulis buku novel inspiratif.

Nah, jadi kenapa saya bisa terbit di penerbit Yrama Widya?

Ya itu,

Saya juga bingung. Hihihi.

(Bersambung)

Thursday, March 21, 2019

Cerita Di balik Terbitnya Buku Fisika Kuantum Kami (Bag. 1)

Bismilllah.

Sahabat, tulisan yang akan saya munculkan di blog ini beberapa pertemuan ke depan adalah tulisan yang lebih rinci dari perjalanan saya menulis naskah buku fisika kuantum hingga berkesempatan menerbitkannya di penerbit mayor.

Tujuan saya menulis ini adalah selain menuai pundi-pundi keberkahan juga mencari nilai-nilai kebermanfaatan yang lebih luas lagi. Semoga.

Kita mulai ya,

Pertama,

Menulis buku dengan menggabungkan konsep texbook fisika dan naskah cerita semacam novel tentang relationship itu,

Mengerikan.

Tambah mengerikan lagi bila targetnya adalah ketebalan buku harus tipis, dan bisa dibaca oleh lebih banyak orang.

Kenapa?

Bagi saya telah terbukti.

Buku yang dimaksud (yaa buku ini) tidak jadi-jadi dan gagal berkali-kali.

Buku ini baru terbit  di tahun 2019 ketika tahun 2011 silam naskahnya mulai disusun.

Butuh 8 tahun lebih bagi saya memasaknya hingga benar-benar siap saji dan ada yang mau menerbitkannya.

Baguskah hasilnya? Saya rasa tidak.

Tapi tulis saja. Suatu saat mungkin akan menjadi buku pikir saya, siapa tahu.

Sampai buku ini terbit, saya merasa khawatir siapakah yang akan mau membacanya.

Buku yang sempurna adalah buku yang tidak pernah ditulis. (kecuali kitab suci yaaa) begitu kata seorang bijak.

Jadi, saya serahkan kebermanfaatan buku ini kepada para pembacanya.

Sebab saya percaya bahwa setiap karya yang kita tulis akan ‘mencari’ pembacanya sendiri.

Maukah Anda menjadi pembacanya?

Buku Fisika Kuantum: Sejarah dan Kisah Inspirasi Para Tokohnya


(Bersambung)