Showing posts with label Fisikawan. Show all posts
Showing posts with label Fisikawan. Show all posts

Saturday, May 16, 2020

"Ya Ampun, Si Dirac!"

- Pemikir


Saya sudah lama tidak menggambar seserius proyek komik strip ini, meski saya hanya mencontoh gambar aslinya, tapi tidaklah mudah karena jari-jemari ini sudah kaku karena terlalu sering menurunkan rumus.. haha..bercanda.

Karena gambarnya kecil dan menjadi satu kesatuan dari satu judul buku, sehingga sulit untuk difoto/discan jadi saya harus plototin benar-benar untuk menggambarnya. Dan agar font tulisannya sesuai dengan aslinya saya sampai harus riset mencari-cari nama font apa yang dipakai komik aslinya. Ketemu. Semoga cocok.




Saturday, April 11, 2020

Menjaga Karya Saat Bekerja dari Rumah

Sebagian orang mungkin tidak percaya, jika saya mengatakan ada seseorang yang mendapatkan gelar profesor sekaligus jabatan tertinggi dari sebuah universitas ternama di dunia hanya dalam waktu empat tahun, setelah dinyatakan lulus sarjana. Orang tersebut adalah Isaac Newton, salah satu ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Newton mendapatkan posisi sebagai Professor Lucasian dari Universitas Cambridge, Inggris  pada usia 27 tahun! Sebuah jabatan yang juga dipegang oleh fisikawan ternama Stephen Hawking pada masa berikutnya. 

Hal menarik dari Newton adalah, pencapaian tersebut ia raih berkat karya-karya besarnya yang justru tidak dilahirkan saat ia berkerja dan berkarya di lingkungan kampus. Namun saat ia berkarya dari rumahnya, di sebuah desa di Inggris, saat negara tersebut harus lockdown.
  
Kala itu terjadi sebuah peristiwa besar di Inggris yang dikenal sebagai The Black Death. Akhir tahun 1665 hingga 1666, sekitar seratus ribu orang meninggal dunia di kota London. Sebuah wabah besar akibat penyakit pes bubo (bakteri pestis yersinia) yang dibawa oleh kutu-kutu dari tikus-tikus got. Raja Charles II dan kalangan istana melarikan diri ke Oxford. Sebagian besar dokter, pengacara, pedagang dan kaum kaya berbondong-bondong meninggalkan London. Penduduk miskin terpaksa bertahan sambil menyaksikan wabah mematikan itu menggerogoti orang-orang terdekat mereka. Karena semua universitas ditutup, Newton pulang ke desanya di Woolsthorpe, Lincolnsire, sebuah desa yang jauh dari kota London setelah ia baru saja dinyatakan lulus sarjana dari Universitas Cambridge.