Showing posts with label Education. Show all posts
Showing posts with label Education. Show all posts

Saturday, September 5, 2020

Saat Istri Berbagi Tips dan Trik Wawancara Online

Bulan ini, istri saya diminta untuk berbagi di kelas online. Dia diminta untuk bebagi ilmu tentang wawancara kepada mahasiswa calon wisudawan Fisika ITERA. 

Saya pikir ini adalah gagasan yang menarik dari sebuah program studi baru. Setalah panita mengontak saya untuk menanyakan kepada istri saya apakan bersedia atau tidak. 

Mulanya menolak karena Ia baru saja resign dari profesi psikolog sekolah dan sedang sibuk mengurusi anak ke-3 kami yang masih bayi.

Akhirnya dia setuju setelah bernegosiasi dilakukan akhir pekan dan saya yang harus menjaga si kecil. Mandiin dll...wkwkwk

 

Credit: Socks-Studio.com


 

Akhirnya kesepakatan terjadi dan terlaksanalah kegiatan kelas online tersebut.

Syukurnya dia senang berbagi materi dan saya lihat respon mahasiswanya juga bagus meski kami sempat terkendala jaringan dan masalah video yang tidak muncul.

Semoga menjadi kebaikan yang dihitung pahala oleh-Nya untuk istri saya, dan semua yang mendukung kegiatan positif ini.


Saturday, August 1, 2020

Cerita Di balik Terbitnya Buku Fisika Kuantum Kami (Bag. 3)


Saya terharu membacanya.



Mungkin perasaan unik inilah yang dirasakan oleh para penulis buku,
Terlepas laku atau tidaknya buku mereka.

Adalah ketika pembaca melihat buku kita menjadi jauh lebih dari buku yang kita maksudkan. Saya menulis buku itu mungkin hanya untuk menjawab keresahan saya bahwa Fisika Kuantum itu-dibalik super kerumitannya-ada banyak sisi serunya. Kita masih tetap bisa haha-hihi di tengah sesuatu yang kita sebenarnya tidak mengerti sama sekali. Tetapi di mata pembaca buku kita bisa menjadi lain, buku itu bisa menjadi semacam harapan. 


Alhamdulillahirabbilalamin. Semuanya saya kembalikan lagi kepada Rabb semesta Alam, Allah Azza wa Jalla.


Postingan ini dimaksudkan sebagai rasa syukur saya dan untuk memotivasi sahabat di sini untuk terus menyelesaikan tulisannya sehingga menjadi sebuah buku dan dapat dibaca sebanyak-banyaknya orang.

Kita tidak pernah tahu buku kita sejauh mana dalam memberikan arti bagi orang lain.

Saya ingin mengajak Anda untuk bisa merasakan hal yang sama. Saya doakan. Aamiin.


Oia bagi yang sudah baca buku ini saya ucapkan terima kasih. Boleh juga berbagi testimoninya. 
Kritik dan saran juga boleh ya.





Salam hangat

Okky

Saturday, May 25, 2019

OR Volunteer KLASIKS 2019

Siapa tahu sahabat netizen ada yang tertarik bergabung menjadi Volunteer jarak jauh  atau bisa bantu untuk menyebarkan, siapa tahu ada yang memerlukan. Terima kasih.
(tanya-tanya, diskusi dan kolaborasi bisa jalur pribadi saya atau tim)

Halo Sahabat semua!
Perkenalkan, kami adalah tim KLASIKS

Apa itu KLASIKS?
KLASIKS adalah singkatan program kegiatan Kelas Asik Sains yang dilaksanakan oleh Rumah Belajar Aulia Rahman yang berbasis di Lampung.
Silahkan kunjungi IG kami bila ingin mengenal kami lebih jauh ya ( @rumahbelajaraulia atau klik di http://bit.ly/KLASIKS_id).


Yang paling hits di tahun 2018 lalu kami menerbitkan Buku KLASIKS yang berjudul:

Saturday, March 23, 2019

Cerita Di balik Terbitnya Buku Fisika Kuantum Kami (Bag. 2)


Kenapa hingga bisa sampai diterbitkan penerbit Mayor Yrama Widya?

Kisah bermula dari segelas teh yang berada si samping saya saat ini…hehe

#sambilNyeruputTeh

Semenjak saya menjadi guru di sekolah inklusi di Bandung dahulu saya memiliki beberapa buku pegangan. Nah, dari deretan buku pegangan yang banyak yang diberikan sekolah kepada saya. Buku-buku dari Penerbit Yrama Widya termasuk pada jajaran teratas buku yang menjadi referensi dan membantu saya dalam menyiapkan materi pembelajaran di kelas.

Saat itu saya baru tahu ada penerbit ini. Keren juga ternyata. Sebelumnya saya hanya mengetahui raksasa besar penerbit Erlangga yang merajai buku-buku sekolah, yang ternyata kantor pusatnya itu dekat dengan rumah orang tua saya di jakarta.

Hingga cukup lama buku-buku penerbit Yrama Widya ada di rak meja kerja saya. Tapi saya tidak pernah terpikir saat itu kalau saya akan menulis dan menerbitkan buku-buku pelajaran. Buku untuk anak sekolahan, apalagi univesitas. Apalagi menerbitkan buku di penerbit Yramawidya.

Terpikir saat itu ketika usia masih muda belia adalah menulis sebuah buku cerita semacam novel perjuangan hidup yang mengispirasi. Bukan novel-novel yang penuh dengan percintaan cengeng dan menghayal. Tapi buku cerita dengan latar pendidikan yang dapat memberikan manfaat banyak bagi siapa saja yang membacanya.

Akan tetapi, mimpi itu belum terwujud. Menjadi penulis buku novel inspiratif.

Nah, jadi kenapa saya bisa terbit di penerbit Yrama Widya?

Ya itu,

Saya juga bingung. Hihihi.

(Bersambung)

Saturday, January 19, 2019

UN, Kejujuran, dan Daya Juang

(Tulisan ini pernah dipublikasikan di HU Pikiran Rakyat 27 Maret 2017)

Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2017 telah selesai digelar. USBN dimaksudkan bukan hanya menilai kemampuan akademik siswa, tetapi juga menakar integritas sekolah dan guru. Pasalnya, pemerintah mengabulkan keinginan guru yang menuntut kewenangan penuh untuk memberikan penilaian kepada siswa. Sehingga tahun ini naskah soal USBN sepenuhnya dibuat oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di tingkat kabupaten/kota. Pemerintah juga memberikan kewenangan penuh kepada sekolah untuk menggandakan soal.

USBN merupakan kebijakan Mendikbud untuk meningkatkan kualitas Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang selama ini angka-angkanya penuh inflasi dan kental dengan praktik kecurangan. Kenyataan ini bisa kita lihat dengan jelas dari tingginya rerata nilai rapor dibandingkan dengan hasil Ujian Nasional (UN). Dengan USBN Mendikbud berharap UAS dapat lebih obyektif dan berkualitas. Ide USBN sebagai sebuah kebijakan pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan negeri ini perlu diapresiasi. Namun, kenyataan di lapangan tak seindah apa yang diharapkan. Pada sabtu (18/3), soal-soal USBN yang akan diujikan hari Senin sudah beredar di dunia maya [1]. Sosial media turut membawa soal-soal sampai di gawai siswa. Padahal, sekolah sudah menggandakan bahan dan siap melaksanakannya saja. Sekolah tak mungkin mengganti dengan soal yang baru.

Friday, January 18, 2019

'Rorodaan' dan Media Pembelajaran






Akhir bulan Maret lalu harian umum Pikiran Rakyat sukses menggelar sebuah acara akbar berjudul Pangajen Pikiran Rakyat Nonoman Parantas 2017 bersamaan dengan hari jadinya yang ke-51 [1]. Terpilih tiga orang pemuda dengan prestasi dan aktivitas sosial budaya yang menginspirasi masyarakat Jawa Barat. Sesungguhnya apa yang ingin disampaikan dari kegiatan tersebut? Setidaknya dalam kacamata kita sebagai seorang pendidik.

Penghargaan tersebut tentu membawa sebuah pesan dan idealisme bagi masyarakat kita. Bahwa sebuah kemajuan sosial budaya dan capaian kehidupan masyarakat yang lebih baik dapat dipelopori oleh siapa saja, tak melihat usia dan latar belakang pendidikan. Kemudian, pembangunan yang berwawasan kebudayaan adalah langkah jitu bagi bangsa ini untuk dapat lebih berdaya. Sebagai seorang guru yang setiap hari berinteraksi dengan generasi muda tentunya kegiatan tersebut memberikan motivasi tersendiri. Bagaimana mendekatkan para siswa kepada budayanya dan menuntun mereka agar menjadi problem solver bagi kemajuan masyarakat di sekitar.

Sunday, May 6, 2018

Feynman: Cerita dan Catatan


Saya akan melanjutkan cerita tentang Feynman ya Kawan. Saya akan memenuhi jandi saya dulu ketika posting di instagram 

https://www.instagram.com/p/BeLFUVKjjLl/?taken-by=okky_ft

Selamat menyimak kelanjutannya dan semoga bermanfaat.

Feynman adalah fisikawan peraih Nobel Fisika tahun 1965 dengan segi kepribadian yang menarik: pendidik yang menyenangkan, penulis ulung, pelukis amatir, penggila teka-teki, badut yang konyol, petualang, musisi amatiran, dan lihai dalam bercerita. Satu lagi, Feynman juga terkenal sebagai pembobol lemari besi. Lemari besinya gak kira-kira yang dia bobol. Lemari – lemari besi laboratorium nasional super canggih yang berada di ‘desa’ Los Alamos. (Notes: FYI, Los Alamos yang berada di Negara Bagian New Mexico US adalah sebuah lab rahasia paling canggih milik pemerintah Amrik saat itu. Lab ini menjalankan *‘Manhattan Project’* yang salah satu kerjaannya adalah membidani lahirnya bom Atom untuk perang dunia ke-2! Coba simak _tagline_ di web-nya: _”Delivering science and technology to protect our nation and promote world stability”_ ngeriiii brayy).

 Pemikiran – pemikiran dan sepak terjang hidup Feynman menurut saya perlu kita cermati kembali sebagai sebuah perenungan bagi saya khususnya dan para pendidik lainnya di negeri ini.

Sebagai seorang pendidik di sepanjang hidupnya, Feynman mengajarkan, lebih tepatnya menularkan, kenikmatan berpetualang dalam dunia nyata dengan menerapkan kaidah- kaidah ilmu pengetahuan khususnya bidang yang dia cintai: fisika. Feynman mencoba mengingatkan kepada kita tentang salah satu nilai dari ilmu pengetahuan yang kita wariskan kepada generasi masa depan yaitu apa ia sebut sebagai “kenikmatan intelektual”.

Saturday, March 10, 2018

Menjadi Fisikawan

Credit: Physicistpage



Menjadi Fisikawan.

Ketika seorang anak sudah menentukan cita-citanya di masa depan menjadi apa…

Kadang atau sering kita menemukan orang tua yang memaksakan cita-cita kepada anaknya. Padahal anaknya sudah jelas mau jadi apa. Seperti pada cerita di atas. Sungguh mengharukan.

Sehingga orang tua hanya bisa memberikan dukungan dengan penuh tangis dan rasa haru….

Pertanyaannya.

Sunday, August 13, 2017

ALOP dan Keterampilan Abad 21

(Artikel ini dipublikasikan di Harian Umum Pikiran Rakyat 28 Juli 2017)


Beberapa pekan lalu, penulis bersama guru-guru fisika dari berbagai daerah di Indonesia diundang untuk mengikuti pelatihan ‘Active Learning in Optics and Photonics 2017 (ALOP 2017)’ yang dilaksanakan oleh Center for Young Scientists (CYS) bekerjasama dengan perusahaan penyedia media pembelajaran dan sebuah perguruan tinggi di Bandung. ALOP diprakarsai dan disponsori oleh UNESCO, SPIE (The International Society for Optical Engineering), dan ICTP (International Center for Theoretical Physics)[1]. Dari ALOP penulis mendapatkan pelajaran penting untuk menjadi pendidik abad 21.

Semenjak dimulainya perseteruan antara ilmuwan besar seperti Newton, Hooke, dan Huygens pada tahun 1672 mengenai watak cahaya[2], hingga kini manusia senantiasa antusias mempelajari dan mengekplorasinya. Ilmu Optik dan fotonik (partikel cahaya) adalah salah satu bidang yang sangat diperlukan. Banyak bidang kehidupan modern yang tidak dapat dilepaskan dari teknologi optik. Di antaranya adalah aplikasi telekomunikasi dan kesehatan. Kita mengenal adanya LASER, serat optik, layar sentuh, hologram dan sebagainya. Kita juga mengenal CT-Scan, MRI, dan berbagai alat pemindai penyakit lainnya.

Saturday, July 23, 2016

Hari Anak Nasional 2016

Hari ini, tepat tanggal 23 Juli 2016 adalah hari anak nasional.

Masih sama seperi tahun-tahun sebelumnya, Harapan saya adalah agar anak-anak di negeri ini mendapatkan pendidikan yang lebih baik lagi, jauh dari kekerasan dan semakin berkarakter jati diri bangsa.

#majulahpendidikanindonesia
 




Monday, May 2, 2016

Design Thinking untuk Pendidikan (Bag. 2)

Kita lanjutkan ya sahabat.

Jadi Design Thinking itu kata Tim Brown merupakan metode berpikir yang mengadopsi cara berpikir seorang designer dalam proses kreatifnya. Ya, proses mendesain sesuatu yang mereka mau. Biasanya seorang designer tidak memulai pemikirannya dari pendekatan permasalahan yang ada atau dikenal dengan problem centered approach, melainkan mereka memulai proses kreatifnya pertama kali dengan empathy terhadap kebutuhan manusia.  Jadi, bisa dibilang kalau design thinking itu tidak mengajarkan untuk mencari-cari permasalahan terus menemukan solusinya, namun secara kreatif seorang designer dengan empathy-nya akan mencari-cari kebutuhan mendasar manusia dan sama sekali tidak perlu tahu permasalannya.

Sunday, April 24, 2016

Design Thinking untuk Pendidikan (Bag. 1)

Design Thinking.

Anda mungkin telah mengenalnya, atau mungkin belum pernah mendengarnya sama sekali.

Kali ini saya ingin bercerita dan berbagi tentang Design Thinking yang saat ini sedang populer dalam dunia manajemen dan bisnis.

Design Thinking pada prinsipnya adalah sebuah cara berpikir untuk menghasilkan inovasi solusi. Tidak hanya sampai di sana, Design Thinking berpijak pada Kebutuhan dasar manusia yang akan didesign dan berbasiskan teknologi yang renewable. 

Apa bedanya dengan Analytical Thinking? bedanya kalo AT itu mengkultuskan proses berpikir yang logis. Design Thinking malahan menuntut kita untuk berpikir sebebas-bebasnya tanpa memikirkan resiko kegagalannya sama sekali. Jadi kalo bahasa kerenya udah gak lagi berpikir 'out of the box' tapi lebih ekstrim lagi berpikir 'without the box of thinking!' sama sekali atau sekalian aja buang Box nya jauh-jauh! hahaha. Namun demikian tetap harus menghasilkan sesuatu yang inovatif sekaligus solutif.

Friday, October 23, 2015

[Sumatera Selatan] Materi Alat Peraga Sederhana (Infografik)

Saat di Musi Rawas saya berkesempatan untuk berbagi ide dan pengalaman kepada guru-guru di sana. Senang rasanya bisa bertemu dan berbagi pikiran dengan mereka.

Salah satu hal yang kami bahas dan diskusikan adalah mengenai pentingnya alat peraga dengan bahan sederhana dalam pembelajaran IPA.

Berikut saya rangkum dalam infografis yang saya buat sendiri : mengapa alat peraga sederhana menjadi sebuah prinsip dan sangat diperlukan dalam pembelajaran IPA.

Semoga bermanfaat ya sahabat.


infographics learning tools
Infografik Alat Peraga IPA sederhana (designed by : Okky)





dipersilahkan bagi siapa saja yang ingin menyimpan file infografis tersebut. File penuhnya bisa di donwload di sini

Tulisan sebelumnya silahkan klik


Salam

OFTM

Sunday, September 13, 2015

Enam Tahapan Pembelajaran Bobbi dePorter

Boobi De Porter, seorang presiden SuperCamp, dan penulis buku terkenal Quantum Learning membagi tahapan pembelajaran menjadi enam tahap.


Enam tahapan pembelajaran Bobbi De Porter :
A.     Tumbuhkan: 
       Ikat siswa denga pertanyaan pembuka yang memikat dan gambaran global dari pelajaran tersebut.

B.    Alami: 
      Beri siswa satu pengalaman atau aktivitas yang menunjukkan pelajaran tersebut. Ciptakan suatu kebutuhan untuk mengetahui. Suatu pengalaman menciptakan keingintahuan dan melibatkan emosi.
 
C.     Namai: 
      Jelaskan pelajaran setelah pengalaman yang menggunakan keinginan alami siswa untuk   menamai dan mendefiniskan pembelajaran baru.

D.    Demosntrasikan: 
      Berikan kesempatan bagi siswa untuk menerjemahkan dan mengaplikasikan pengetahuan baru mereka pada situasi lain. Beri siswa aktivitas tambahan untuk mendemonstrasikan apa yang mereka ketahui dan membangun kepercayaan diri.

E.    Kaji ulang: 
      Kaji ulang memperkuat hubungan sel saraf dan meningkatkan daya ingat.

F.    Rayakan: 
     Rayakan keberhasilan siswa Anda. Perayaan membawa penutup dengan memberi hadiah atas usaha, rajin, dan kesuksesan.



Referensi:
Chatib, Munif.,(2009), Sekolahnya Manusia, Bandung, Mizan Kaifa. 
De Porter, Bobby dan Mike Hernacki, (2001), Quantum Learning : Membiasakan belajar nyaman dan Menyenangkan., Bandung, Kaifa Mizan.

 


Semoga bermanfaat bagi Anda para pendidik khususnya.

Salam
OFTM