Showing posts with label Novel. Show all posts
Showing posts with label Novel. Show all posts

Saturday, March 16, 2019

Tentang Roti, Madre, dan Cinta Istri (Bag.2)

Bermula dari adonan biang roti hidup yang diwariskan oleh seseorang keturuan, kemudian menjadi kisah yang mencerminkan kehidupan kita sehari-hari.

Tentang titik balik kehidupan dan pilihan-pilhan yang sering kita hadapi.

Dari sana saya melihat bahwa ketika seseorang mengerjakan sesuatu dan sangat menikmatinya, maka pada saat itulah saya tidak mengetahui apa yang sesungguhnya ada di benak prang tersebut. Pun dengan istri saya yang selalu penasaran membuat adonan roti yang katanya tidak sebagus sahabatnya saat kuliah dahulu.

Menurut pengalaman miskin saya terhadap dunia roti-meroti, rasa roti sama saja. Yang membedakan adalah bagian taburan atau isinya dan pendamping roti tersebut.

Mungkin saya perlu ke San Fransisco seperti Mei yang adalah cerita. Mencicipi roti yang hanya diproduksi dari satu adonan biang yang berusia serratus tahun lebih. Haha. Aamiin semoga bisa ke US dengan segera bersama keluarga.

Akhir cerita singat ini say ahanya ingin mengatakan bahwa ayo kita nikmati setiap aktivitas kita dengan sungguh-sungguh sehingga nanti akan benar-benar menjadi sebuah karya yang akan dirasakan manfaatnya oleh kita dan banyak orang.

Salam

Okky Fajar Tri Maryana

Saturday, March 9, 2019

Tentang Roti, Madre, dan Cinta Istri (Bag. 1)

Sepertinya saya sedang membutuhkan buku bacaan selain buku Fisika.

Melihat-lihat kembali rak buku yang dipunya, saya menemukan buku berjudul 

Madre.

Madre oleh Dee


Sebagian besar Anda tentu sudah mengetahuinya atau bahkan telah membacanya. ya kan?

Saya memang ketinggalan. Tapi daripada nggak.

Sejujurnya saya belum bisa sepakat dengan kebanyakan orang tentang betapa bagusnya buku ini. (efek dari ketinggalan jaman..haha)

Tapi, membaca pada judul pertamanya membuat saya mendapatkan sebuah gagasan ide dan mendapat suatu penjelasan yang saya belum pahami sebelumya.

Kenapa istri saya bergitu mencintai roti, bagaimana membuatnya, dan banyak cerita tentang adon-mengadon yang mulanya saya pikir hanyalah pekerjaan yang menghabiskan waktu sekali. 

Tanda Tangan Dee pada Buku Madre


Pernah suatu kali saya berkomentar:

“kenapa sih bun, suka banget gini-ginian” ujar saya sambil menunjuk adonan roti yang sedang dibanting-bantinya.

Saya melihat dengan kaca mata yang sempit saat itu. Saya berfikir kalau dia bisa melakukan sesuatu yang lebih produktif. Sesuatu yang bisa memberikan manfaat bagi banyak orang.

Ternyata, setelah saya membaca bab yang berjudul Madre, saya telah memahami sesuatu.

Bukan hanya tentang produktivitas.

Tapi tentang cinta dan kenikmatan hidup.

(Bersambung)