Saya memulainya dengan menulis puisi. Semua bermula
dari kumpulan kata yang tidak jelas maknanya buat orang lain yang membacanya.
Tapi buat saya? Sama saja. haha
Lanjutan dari caption Postingan IG saya yang lalu
bahwa menerbitkan puisi yang menjadikan saya semakin bersemangat untuk menulis
dan mempublikasikan karya tulis saya. (link Instagram)
Meski kebanyakan isi puisi yang saya buat dan baca
selama ini menye-menye tentang kegalauan hati. Apa lagi saat saya jatuh cinta
dahulu. Hohoho.
Puisi adalah wadah yang pas buat menyalurkannya
ketika saya tidak berani mengungkapkan secara langsung.
Ternyata hingga sekarang, anak-anak millenial suka
juga yang menye-menye. Melihat dari laku kerasnya buku-buku puisi bergaya pop
penyebar kegalauan para jomblo. Ditambah pula Novel-novel cinta muda-mudi yang
merindukan pasangan dan hubungan yang penuh bunga-bunga…haha.
Btw dulu saya
pernah pula terjebak membaca satu dua di antaranya. Wkwkwk.
