Showing posts with label Menulis. Show all posts
Showing posts with label Menulis. Show all posts

Saturday, August 1, 2020

Cerita Di balik Terbitnya Buku Fisika Kuantum Kami (Bag. 3)


Saya terharu membacanya.



Mungkin perasaan unik inilah yang dirasakan oleh para penulis buku,
Terlepas laku atau tidaknya buku mereka.

Adalah ketika pembaca melihat buku kita menjadi jauh lebih dari buku yang kita maksudkan. Saya menulis buku itu mungkin hanya untuk menjawab keresahan saya bahwa Fisika Kuantum itu-dibalik super kerumitannya-ada banyak sisi serunya. Kita masih tetap bisa haha-hihi di tengah sesuatu yang kita sebenarnya tidak mengerti sama sekali. Tetapi di mata pembaca buku kita bisa menjadi lain, buku itu bisa menjadi semacam harapan. 


Alhamdulillahirabbilalamin. Semuanya saya kembalikan lagi kepada Rabb semesta Alam, Allah Azza wa Jalla.


Postingan ini dimaksudkan sebagai rasa syukur saya dan untuk memotivasi sahabat di sini untuk terus menyelesaikan tulisannya sehingga menjadi sebuah buku dan dapat dibaca sebanyak-banyaknya orang.

Kita tidak pernah tahu buku kita sejauh mana dalam memberikan arti bagi orang lain.

Saya ingin mengajak Anda untuk bisa merasakan hal yang sama. Saya doakan. Aamiin.


Oia bagi yang sudah baca buku ini saya ucapkan terima kasih. Boleh juga berbagi testimoninya. 
Kritik dan saran juga boleh ya.





Salam hangat

Okky

Saturday, April 11, 2020

Menjaga Karya Saat Bekerja dari Rumah

Sebagian orang mungkin tidak percaya, jika saya mengatakan ada seseorang yang mendapatkan gelar profesor sekaligus jabatan tertinggi dari sebuah universitas ternama di dunia hanya dalam waktu empat tahun, setelah dinyatakan lulus sarjana. Orang tersebut adalah Isaac Newton, salah satu ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Newton mendapatkan posisi sebagai Professor Lucasian dari Universitas Cambridge, Inggris  pada usia 27 tahun! Sebuah jabatan yang juga dipegang oleh fisikawan ternama Stephen Hawking pada masa berikutnya. 

Hal menarik dari Newton adalah, pencapaian tersebut ia raih berkat karya-karya besarnya yang justru tidak dilahirkan saat ia berkerja dan berkarya di lingkungan kampus. Namun saat ia berkarya dari rumahnya, di sebuah desa di Inggris, saat negara tersebut harus lockdown.
  
Kala itu terjadi sebuah peristiwa besar di Inggris yang dikenal sebagai The Black Death. Akhir tahun 1665 hingga 1666, sekitar seratus ribu orang meninggal dunia di kota London. Sebuah wabah besar akibat penyakit pes bubo (bakteri pestis yersinia) yang dibawa oleh kutu-kutu dari tikus-tikus got. Raja Charles II dan kalangan istana melarikan diri ke Oxford. Sebagian besar dokter, pengacara, pedagang dan kaum kaya berbondong-bondong meninggalkan London. Penduduk miskin terpaksa bertahan sambil menyaksikan wabah mematikan itu menggerogoti orang-orang terdekat mereka. Karena semua universitas ditutup, Newton pulang ke desanya di Woolsthorpe, Lincolnsire, sebuah desa yang jauh dari kota London setelah ia baru saja dinyatakan lulus sarjana dari Universitas Cambridge.



Saturday, May 25, 2019

OR Volunteer KLASIKS 2019

Siapa tahu sahabat netizen ada yang tertarik bergabung menjadi Volunteer jarak jauh  atau bisa bantu untuk menyebarkan, siapa tahu ada yang memerlukan. Terima kasih.
(tanya-tanya, diskusi dan kolaborasi bisa jalur pribadi saya atau tim)

Halo Sahabat semua!
Perkenalkan, kami adalah tim KLASIKS

Apa itu KLASIKS?
KLASIKS adalah singkatan program kegiatan Kelas Asik Sains yang dilaksanakan oleh Rumah Belajar Aulia Rahman yang berbasis di Lampung.
Silahkan kunjungi IG kami bila ingin mengenal kami lebih jauh ya ( @rumahbelajaraulia atau klik di http://bit.ly/KLASIKS_id).


Yang paling hits di tahun 2018 lalu kami menerbitkan Buku KLASIKS yang berjudul:

Monday, May 13, 2019

A Brief History of You (Bag.2)

Saya memulainya dengan menulis puisi. Semua bermula dari kumpulan kata yang tidak jelas maknanya buat orang lain yang membacanya. Tapi buat saya? Sama saja. haha

Lanjutan dari caption Postingan IG saya yang lalu bahwa menerbitkan puisi yang menjadikan saya semakin bersemangat untuk menulis dan mempublikasikan karya tulis saya. (link Instagram)

Meski kebanyakan isi puisi yang saya buat dan baca selama ini menye-menye tentang kegalauan hati. Apa lagi saat saya jatuh cinta dahulu. Hohoho.

Puisi adalah wadah yang pas buat menyalurkannya ketika saya tidak berani mengungkapkan secara langsung.

Ternyata hingga sekarang, anak-anak millenial suka juga yang menye-menye. Melihat dari laku kerasnya buku-buku puisi bergaya pop penyebar kegalauan para jomblo. Ditambah pula Novel-novel cinta muda-mudi yang merindukan pasangan dan hubungan yang penuh bunga-bunga…haha. 
 
Btw dulu saya pernah pula terjebak membaca satu dua di antaranya. Wkwkwk.


Sunday, April 21, 2019

A Brief History of You (Bag.1)



-Tentang berbagi pengalaman menulis.

juga tentang membangun rumah di Syurga-Nya.


Pada seri postingan kali ini saya akan menulis tentang berbagai pengalaman saya dalam membangun portofolio menulis amatir di berbagai media. Saya tuliskan dengan tidak teratur dan sepotong-sepotong mengikuti bagaimana pikiran saya mengarahkan. Tidak mengikuti alur waktu yang sesungguhnya terjadi, namun menyesuaikan dengan pesan yang ingin saya sampaikan pada tiap tulisannya. Mungkin postingan ini akan menjadi postingan yang paling panjang selama saya menulis blog. Tapi yah, kita lihat saja seberapa kuat saya membagi ceritanya kepada Anda.

Oke.

Selamat  membaca.

1, 2, 3…Yak!

Thursday, April 18, 2019

Dokumentasi Sharing Session Bandung & Launching Buku

Bismillah.

Alhamdulillahirabbil 'alamin.

Telah terlewati salah satu pengalaman hidup yang amat berarti bagi saya dan keluarga.

Kami berhasil dengan kemudahan dari-nya mengadakan secara mandiri sharing kepenulisan dan lauching buku di museum geologi.

Tak banyak kata, berikut adalah dokumentasi video yang berhasil diabadikan oleh penerbit buku saya.


Salam


Flayer kegiatan Sharing Session Bandung 2019. Design oleh Rohim

Desain oleh @bijak_design



Thursday, March 21, 2019

Cerita Di balik Terbitnya Buku Fisika Kuantum Kami (Bag. 1)

Bismilllah.

Sahabat, tulisan yang akan saya munculkan di blog ini beberapa pertemuan ke depan adalah tulisan yang lebih rinci dari perjalanan saya menulis naskah buku fisika kuantum hingga berkesempatan menerbitkannya di penerbit mayor.

Tujuan saya menulis ini adalah selain menuai pundi-pundi keberkahan juga mencari nilai-nilai kebermanfaatan yang lebih luas lagi. Semoga.

Kita mulai ya,

Pertama,

Menulis buku dengan menggabungkan konsep texbook fisika dan naskah cerita semacam novel tentang relationship itu,

Mengerikan.

Tambah mengerikan lagi bila targetnya adalah ketebalan buku harus tipis, dan bisa dibaca oleh lebih banyak orang.

Kenapa?

Bagi saya telah terbukti.

Buku yang dimaksud (yaa buku ini) tidak jadi-jadi dan gagal berkali-kali.

Buku ini baru terbit  di tahun 2019 ketika tahun 2011 silam naskahnya mulai disusun.

Butuh 8 tahun lebih bagi saya memasaknya hingga benar-benar siap saji dan ada yang mau menerbitkannya.

Baguskah hasilnya? Saya rasa tidak.

Tapi tulis saja. Suatu saat mungkin akan menjadi buku pikir saya, siapa tahu.

Sampai buku ini terbit, saya merasa khawatir siapakah yang akan mau membacanya.

Buku yang sempurna adalah buku yang tidak pernah ditulis. (kecuali kitab suci yaaa) begitu kata seorang bijak.

Jadi, saya serahkan kebermanfaatan buku ini kepada para pembacanya.

Sebab saya percaya bahwa setiap karya yang kita tulis akan ‘mencari’ pembacanya sendiri.

Maukah Anda menjadi pembacanya?

Buku Fisika Kuantum: Sejarah dan Kisah Inspirasi Para Tokohnya


(Bersambung)

Sunday, December 16, 2018

Menulis Paper di Akhir Pekan

Saat ini saya sedang berada di kota Bandung.

Hitung-hitung istirahat sejenak.

Meski demikian saya masih harus mengejar deadline yang ada yang sesungguhnya telah lewat. Hehe.

Menulis paper untuk seminar yang telah dilalui November lalu. Seminarnya sih sudah lama terlewat. Batas akhir pengumpulannya pun telah lewat. tapi saya masih diberi kesempatan oleh panitia untuk mengirimkan paper yang sudah dituliskan.

Jadilah akhir pekan di Bandung ini saya menulis paper.

Sungguh berat memang menulis paper ilmiah di akhir pekan. Karena memang saya belum terbiasa.

Sesutu yang awal mula memang sungguh berat. Jadi saya menyadari itu. Maka tugas pertama saya adalah: Memaksakan diri!

Tapi tentunya tidak mengurangi kebersamaan saya bersama si cantik dan si kecil.

Mari kita lanjutkan menulis!