Saturday, August 24, 2019

Program Media Digital di Pesisir Selatan Sumatera Barat

Bismillahirrahmanirrahim.

Agustus yang terik di tahun ini, alhamdulillah saya berkesempatan kemabali untuk belajar besama dengan para pendidik di daerah pedalaman. Kali ini saya dipercaya untuk menjadi fasilitator pembelajaran melalui media digital bagi guru-guru di SMP N 4 Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. 



Saturday, May 25, 2019

OR Volunteer KLASIKS 2019

Siapa tahu sahabat netizen ada yang tertarik bergabung menjadi Volunteer jarak jauh  atau bisa bantu untuk menyebarkan, siapa tahu ada yang memerlukan. Terima kasih.
(tanya-tanya, diskusi dan kolaborasi bisa jalur pribadi saya atau tim)

Halo Sahabat semua!
Perkenalkan, kami adalah tim KLASIKS

Apa itu KLASIKS?
KLASIKS adalah singkatan program kegiatan Kelas Asik Sains yang dilaksanakan oleh Rumah Belajar Aulia Rahman yang berbasis di Lampung.
Silahkan kunjungi IG kami bila ingin mengenal kami lebih jauh ya ( @rumahbelajaraulia atau klik di http://bit.ly/KLASIKS_id).


Yang paling hits di tahun 2018 lalu kami menerbitkan Buku KLASIKS yang berjudul:

Monday, May 13, 2019

A Brief History of You (Bag.2)

Saya memulainya dengan menulis puisi. Semua bermula dari kumpulan kata yang tidak jelas maknanya buat orang lain yang membacanya. Tapi buat saya? Sama.

Lanjutan dari caption Postingan IG saya yang lalu bahwa menerbitkan puisi yang menjadikan saya semakin bersemangat untuk menulis dan mempublikasikan karya tulis saya. (link Instagram)

Meski kebanyakan isi puisi yang saya buat dan baca selama ini menye-menye tentang kegalauan hati. Apa lagi saat saya jatuh cinta dahulu. Hohoho.

Puisi adalah wadah yang pas buat menyalurkannya ketika saya tidak berani mengungkapkan secara langsung.

Ternyata hingga sekarang, anak-anak millenial suka juga yang menye-menye. Melihat dari laku kerasnya buku-buku puisi bergaya pop penyebar kegalauan para jomblo. Ditambah pula Novel-novel cinta muda-mudi yang merindukan pasangan dan hubungan yang penuh bunga-bunga…haha. Btw dulu saya pernah pula terjebak membaca satu dua di antaranya. Wkwkwk.


Sunday, May 5, 2019

The Coldest Materials



Video ini menjelaskan kepada kita tentang bahan paling dingin di alam semesta. Sangat menarik pula penjelasan mengenai definisi dingin.

Selamat menyimak ya.

Notes from TED-Ed

The coldest materials in the world aren’t in Antarctica or at the top of Mount Everest. They’re in physics labs: clouds of gases held just fractions of a degree above absolute zero. Lina Marieth Hoyos explains how temperatures this low give scientists a window into the inner workings of matter, and allow engineers to build incredibly sensitive instruments that tell us more about the universe. 



Lesson by Lina Marieth Hoyos, animation by Adriatic Animation.


Sunday, April 21, 2019

A Brief History of You (Bag.1)



-Tentang berbagi pengalaman menulis.

juga tentang membangun rumah di Syurga-Nya.


Pada seri postingan kali ini saya akan menulis tentang berbagai pengalaman saya dalam membangun portofolio menulis amatir di berbagai media. Saya tuliskan dengan tidak teratur dan sepotong-sepotong mengikuti bagaimana pikiran saya mengarahkan. Tidak mengikuti alur waktu yang sesungguhnya terjadi, namun menyesuaikan dengan pesan yang ingin saya sampaikan pada tiap tulisannya. Mungkin postingan ini akan menjadi postingan yang paling panjang selama saya menulis blog. Tapi yah, kita lihat saja seberapa kuat saya membagi ceritanya kepada Anda.

Oke.

Selamat  membaca.

1, 2, 3…Yak!

Thursday, April 18, 2019

Dokumentasi Sharing Session Bandung & Launching Buku

Bismillah.

Alhamdulillahirabbil 'alamin.

Telah terlewati salah satu pengalaman hidup yang amat berarti bagi saya dan keluarga.

Kami berhasil dengan kemudahan dari-nya mengadakan secara mandiri sharing kepenulisan dan lauching buku di museum geologi.

Tak banyak kata, berikut adalah dokumentasi video yang berhasil diabadikan oleh penerbit buku saya.


Salam


Flayer kegiatan Sharing Session Bandung 2019. Design oleh Rohim

Desain oleh @bijak_design



Saturday, March 23, 2019

Cerita Di balik Terbitnya Buku Fisika Kuantum Kami (Bag. 2)


Kenapa hingga bisa sampai diterbitkan penerbit Mayor Yrama Widya?

Kisah bermula dari segelas teh yang berada si samping saya saat ini…hehe

#sambilNyeruputTeh

Semenjak saya menjadi guru di sekolah inklusi di Bandung dahulu saya memiliki beberapa buku pegangan. Nah, dari deretan buku pegangan yang banyak yang diberikan sekolah kepada saya. Buku-buku dari Penerbit Yrama Widya termasuk pada jajaran teratas buku yang menjadi referensi dan membantu saya dalam menyiapkan materi pembelajaran di kelas.

Saat itu saya baru tahu ada penerbit ini. Keren juga ternyata. Sebelumnya saya hanya mengetahui raksasa besar penerbit Erlangga yang merajai buku-buku sekolah, yang ternyata kantor pusatnya itu dekat dengan rumah orang tua saya di jakarta.

Hingga cukup lama buku-buku penerbit Yrama Widya ada di rak meja kerja saya. Tapi saya tidak pernah terpikir saat itu kalau saya akan menulis dan menerbitkan buku-buku pelajaran. Buku untuk anak sekolahan, apalagi univesitas. Apalagi menerbitkan buku di penerbit Yramawidya.

Terpikir saat itu ketika usia masih muda belia adalah menulis sebuah buku cerita semacam novel perjuangan hidup yang mengispirasi. Bukan novel-novel yang penuh dengan percintaan cengeng dan menghayal. Tapi buku cerita dengan latar pendidikan yang dapat memberikan manfaat banyak bagi siapa saja yang membacanya.

Akan tetapi, mimpi itu belum terwujud. Menjadi penulis buku novel inspiratif.

Nah, jadi kenapa saya bisa terbit di penerbit Yrama Widya?

Ya itu,

Saya juga bingung. Hihihi.

(Bersambung)

Thursday, March 21, 2019

Cerita Di balik Terbitnya Buku Fisika Kuantum Kami (Bag. 1)

Bismilllah.

Sahabat, tulisan yang akan saya munculkan di blog ini beberapa pertemuan ke depan adalah tulisan yang lebih rinci dari perjalanan saya menulis naskah buku fisika kuantum hingga berkesempatan menerbitkannya di penerbit mayor.

Tujuan saya menulis ini adalah selain menuai pundi-pundi keberkahan juga mencari nilai-nilai kebermanfaatan yang lebih luas lagi. Semoga.

Kita mulai ya,

Pertama,

Menulis buku dengan menggabungkan konsep texbook fisika dan naskah cerita semacam novel tentang relationship itu,

Mengerikan.

Tambah mengerikan lagi bila targetnya adalah ketebalan buku harus tipis, dan bisa dibaca oleh lebih banyak orang.

Kenapa?

Bagi saya telah terbukti.

Buku yang dimaksud (yaa buku ini) tidak jadi-jadi dan gagal berkali-kali.

Buku ini baru terbit  di tahun 2019 ketika tahun 2011 silam naskahnya mulai disusun.

Butuh 8 tahun lebih bagi saya memasaknya hingga benar-benar siap saji dan ada yang mau menerbitkannya.

Baguskah hasilnya? Saya rasa tidak.

Tapi tulis saja. Suatu saat mungkin akan menjadi buku pikir saya, siapa tahu.

Sampai buku ini terbit, saya merasa khawatir siapakah yang akan mau membacanya.

Buku yang sempurna adalah buku yang tidak pernah ditulis. (kecuali kitab suci yaaa) begitu kata seorang bijak.

Jadi, saya serahkan kebermanfaatan buku ini kepada para pembacanya.

Sebab saya percaya bahwa setiap karya yang kita tulis akan ‘mencari’ pembacanya sendiri.

Maukah Anda menjadi pembacanya?

Buku Fisika Kuantum: Sejarah dan Kisah Inspirasi Para Tokohnya


(Bersambung)

Saturday, March 16, 2019

Tentang Roti, Madre, dan Cinta Istri (Bag.2)

Bermula dari adonan biang roti hidup yang diwariskan oleh seseorang keturuan, kemudian menjadi kisah yang mencerminkan kehidupan kita sehari-hari.

Tentang titik balik kehidupan dan pilihan-pilhan yang sering kita hadapi.

Dari sana saya melihat bahwa ketika seseorang mengerjakan sesuatu dan sangat menikmatinya, maka pada saat itulah saya tidak mengetahui apa yang sesungguhnya ada di benak prang tersebut. Pun dengan istri saya yang selalu penasaran membuat adonan roti yang katanya tidak sebagus sahabatnya saat kuliah dahulu.

Menurut pengalaman miskin saya terhadap dunia roti-meroti, rasa roti sama saja. Yang membedakan adalah bagian taburan atau isinya dan pendamping roti tersebut.

Mungkin saya perlu ke San Fransisco seperti Mei yang adalah cerita. Mencicipi roti yang hanya diproduksi dari satu adonan biang yang berusia serratus tahun lebih. Haha. Aamiin semoga bisa ke US dengan segera bersama keluarga.

Akhir cerita singat ini say ahanya ingin mengatakan bahwa ayo kita nikmati setiap aktivitas kita dengan sungguh-sungguh sehingga nanti akan benar-benar menjadi sebuah karya yang akan dirasakan manfaatnya oleh kita dan banyak orang.

Salam

Okky Fajar Tri Maryana