
Larry Ellison
Lawrence Joseph Ellison lahir pada 17 Agustus 1944 di Bronx, New York. Larry kecil, meskipun menyimpan jiwa pemberontak di dalam dirinya, adalah anak yang cerdas. Ia terutama sekali menyukai pelajaran matematika dan ilmu pasti. Setelah lulus SMA. Larry melanjutkan kuliah di Fakultas Fisika Universitas Illinois, Urbana, Champaign. Meskipun tidak melanjutkan kuliahnya pada tahun kedua, Larry sempat menyabet penghargaan sebagai Science Student of the year.
Sebagai pengganti kuliahnya, Larry memiliki mengambil kursus computer dengan biaya yang relatif murah. Ia bekerja di departemen store untuk membiayai hidupnya juga kursusnya. Di tempat kursus inilah ia mulai menumbuhkan kecintaanya terhadap dunia komputer. Setelah selesai kursus, Larry memutuskan pindah ke Barkeley, California. Bermodalkan ijazah kursusnya, selama delapan tahun berikutnya Larry terus berpindah-pindah kerja. Awalnya, ia bekerja sebagai teknisi komputer di Fireman’s Fund. Lalu bekerja di Bank Wells Fargo, juga sebagai teknisi computer.
Karier Larry baru benar-benar berkembang setelah ia bekerja di Ampex sebagai programmer. Ketika bekerja di tempat tersebut, Larry meciptakan sebuah system database canggih yang dinamakan Oracle. Oracle diciptakan setelah Larry membaca makalah yang ditulis Edgar F. Codd berjudul “A Relational Model of Data for Large Shared Data Bank” . Atasan Codd di IBM mengkin gagal melihat nilai komersial dari pemikirannya, namun tidak dengan Larry. Jiwa bisnis Larry berkata bahwa konsep Structured Query Language (SQL) hasil pemikiran Codd jika dikembangkan dengan tapat akan mendatangkan banyak uang.
Maka pada tahun 1977, bersama dengan CEO Ampex, Robert Miner dan rekannya Ed Oates, Larry mendirikan perusahaan miliknya sendiri dengan nama Sofware Development Labs. Modal yang digunakan hanya sebesar $2000 USD. Tahun 1979, nama perusahaan ini berganti menjadi Relational Software Incorporation sebelum berubah menjadi Oracle Corporation di tahun 1983. Perusahaan baru ini berhasil memenangkan kontrak membangun system manajemen database relational milik Central Intelligent Agency (CIA). Sukses dengan pekerjaan pertamanya, Oracle kebanjiran pesanan. Perusahaan-perusahaan besar macam Wright Patterson Air Force Base dan IBM telah menanti untuk digarap. Nama Oracle pun menanti untuk berkibar.
Meski sempat mengalami masa sulit, diantaranya pada tahun 1990 dimana mereka sempat memberhentikan 400 karyawan akibat masalah keuangan perusahaan, Oracle terus bertahan menghadapi pesaing-pesaing beratnya seperti IBM’s DB2, Microsoft SQL Server, MySQL, Linux, dan Unix. Selama tahun 1990-an, keberuntungan berpindah pada Oracle. Di bawah kepemimpinan Larry Ellison, Oracle menjadi pionir dalam menyediakan aplikasi bisnis melalui internet. Kini hamper semua perusahaan besar di Amerika yang bergerak di bidang perbankan, transportasi udara, automobile, dan retail raksasa bergantung pada program database milik Oracle.
Pada tahun 2000, ia menjadi orang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Kekayaannya kini diperkirakan berkisar di angka $ 27 miliar USD (2008), dimana sebagian besar di antaranya berasal dari sahamnya di Orcle Corporation.
Diambil dari buku berjudul “Rahasia sukses miliarder komputer dan dunia cyber”oleh Richard Robertson
Monday, February 8, 2010
Pendiri ORACLE CORPORATION
Sunday, December 13, 2009
Ayo Kita Panjat Tembok Itu!!
Ayo Kita Panjat Tembok Itu!!
Tulisan ini didedikasikan kepada lilil, Disa, Qia serta semua pihak yang telah berjuang bersama dalam ajang InaYS 2009
Masih segar dalam ingatan saya akan kebahagian kami saat diumumkan bahwa kami meraih juara ke-2 pada ajang kompetisi penelitian ilmiah Indonesian Young Scientist tingkat nasional tahun 2009 yang diadakan oleh Surya Institute dan Universitas Katholik Parahyangan Bandung. Prestasi besar bagi kami dan sekolah Mutiara Bunda tersebut tentu tidak terlepas dari cerita dan perjuangan yang melatarbelakanginya. Semoga melalui tulisan sederhana ini dapat memberikan gambaran dan pelajaran yang berharga bagi kami (tim lomba) dan kita semua yang membacanya. Pada dasarnya, semua yang telah kita lalui merupakan penjabaran konsep Mestakung (Semesta mendukung) yang diusulkan oleh profesor Yohanes Surya.
Pertama saya akan memulai dari kondisi kritis kami. Kurang lebih dua minggu kami jatuh bangun mempersiapkan perlombaan tersebut; Pembuatan Slide persentasi, mengatur jadwal latihan persentasi, penulisan makalah dalam bahasa inggris, mencari referensi, mengumpulkan bahan eksperimen yang telah digunakan, mendiskusikan masalah kepada seorang teknisi, menghimpun analisis pertanyaan dan pembuatan video. Semua hal tersebut harus kami persiapkan di tengah-tengah waktu yang sangat sempit (sebab saat itu kami semua disibukkan dengan Ujian Tengah Semester). Meskipun demikian, kami tetap harus menetapkan target dan sasaran. Dengan penuh SerSan (Serius tapi Santai) kami memutuskan untuk menang perlombaan tersebut dan berangkat ke Bali (pokoknya yang penting bisa pergi ke Bali. pikir kami saat itu. Tanpa Peduli sebagai wakil indonesia dalam ajang Internasional). Diam-diam dengan penuh keyakinan, kami berharap pada Allah SWT agar semesta beraksi untuk mengatur dirinya sendiri dan membantu kami untuk melawati kondisi kritis tersebut.
Selanjutnya kami mulai melangkah sedikit-demi sedikit. Kami yakin sekecil apapun langkah kami mengarungi perlombaan ini, akan senantiasa bermanfaat dan bernilai kebaikan di sisi Allah SWT. Intinya kami ingin berbuat terbaik semampu kami. Apapun itu. Kami mulai me-sharing-kan ide pada sebanyak mungkin orang, kepala sekolah, ketua yayasan, guru-guru lain dan kami juga menghimpun informasi dari berbagai pihak guna memperkuat landasan ilmiah penelitian kami.
Ketika kami menghimpun langkah, ditengah jalan kami seolah-olah melihat tembok tebal dan merasakan terpaan angin. Pendaftaran yang telat, makalah yang belum rampung diedit, pengambilan video persentasi hingga larut malam, hilangnya bahan eksperimen, sulitnya mengatur waktu untuk berdiskusi dengan pihak lain untuk mendapatkan referensi. Hingga beberapa hari menjelang pertandingan kondisi kesehatan lilil dan Disa menurun, begitu pula motivasi mereka. Puncak tembok tebal kami adalah ketika hilangnya suara Disa yang mengakibatkan kami harus merubah rencana persentasi bahasa inggris antara Lilil dan Qia.
Saya sangat menyadari bahwa langkah kami benar-benar dihalangi oleh sebuah tembok yang sangat tebal. Tembok tebal ini berusaha melunturkan usaha kami semua. Sejujurnya sangat sulit bagi saya untuk dapat bersikap tenang dalam kondisi seperti ini. Menghimpun kembali motivasi anak-anak, menjalin koordinasi dengan guru-guru lain (terutama tim lomba bu Tanti dan bu Ika) dan berbagai pihak serta yang paling utama adalah mengokohkan kembali target kami untuk menjadi juara.
Entah mengapa di tengah kondisi tersebut saya teringat kalimat motivasi dari Profesor Randy Paunch, seorang Ahli Teknologi Informasi Amerika dalam ceramah terakhirnya berjudul Really Achieving Your Childhood Dreams sebelum ia meninggal dunia akibat kanker Pankreas.
“The brick walls are there to give us a chance to show how badly we want something. Because the brick walls are there to stop the people who don’t want it badly enough. They’re there to stop the other people.”
Ya. Memang benar, tembok tebal ada bukan karena tidak alasan sama sekali, tembok tersebut ada untuk memberi kesempatan kepada kita untuk menunjukkan sekuat apa kita menginginkan sesuatu. Dan tembok itu akan menghentikan orang-orang yang lemah keinginanya.
Tembok tebal yang kami miliki mungkin tidak dapat dihancurkan. Tapi kami tetap ingin memberikan yang terbaik. Kami bertahan. Dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada kami tetap maju sampai garis finish. Kami memutuskan untuk memanjat tembok tebal tersebut.
Dan Akhirnya kami benar-benar menjadi juara dalam ajang bergengsi ini.
Terimakasih ya Rabb Engkau telah menjawab doa kami dan memilihkan yang terbaik bagi kami
“It is not about I am so smart, it is just about I can stand with problem longer”
-Albert Einstein
Diselesaikan Jumat , 13 November 2009
Kumpulan Tulisan Blog Pribadi www.ayoberbagiilmu.blogspot.com
Wednesday, December 2, 2009
Ilmu Fisika
Ilmu Fisika tertinggi adalah mengungkapkan Hukum alam melalui rumusan-rumusannya
Jelasnya, menguasai Ilmu fisika secara benar berarti kita bersatu dengan alam semesta
Tapi untuk itu kita harus memulai dengan mengarahkan jiwa kita kepada Rabb semesta Alam
Setelah hari kita bersih, barulah alam akan mendukung kita.
-Sebuah perenungan awal hingga akhir-
Islamic Global School Mutiara Bunda, Bandung, 12 Oktober 2009, pukul 21.10
Okky Fajar Trimaryana
Friday, August 21, 2009
Landak dan Rubah
Landak dan Rubah,
Sebuah Refleksi diri melalui sebuah tulisan yang ku baca,
Tulisan tersebut adalah sebuah kata pengantar untuk buku biografi Fisikawan Feynman, ditulis oleh seorang nobelis fisika Freeman J. Dyson,
“ Ilmuwan besar ada dua macam-demikian menurut penyair abad ke-7 SM-tipe rubah dan tipe landak. Rubah tahu banyak trik, landak hanya tahu satu trik. Rubah suka mencoba banyak hal, mudah bergonta-ganti perhatian. Landak hanya tertarik pada beberapa
persoalan penting dan berkutat dengan persoalan yang sama selama bertahun-tahun.
Temuan-temuan besar dilakukan oleh landak, temuan-temuan kecil oleh rubah. Sains membutuhkan landak dan rubah untuk berkembang. Landak menggali beberapa persoalan ke dasar-dasarnya, rubah menjelajah detail-detail dari banyak persoalan. Einstein seorang Landak, sedangkan Feynman seorang Rubah.”
Saat ini aku sedang menjalankan profesiku sebagai bagian dari dunia pendidikan dan dunia sains, berharap bisa menjadi rubah, mempelajari kembali fisika dasar dan sains bersama murid-murid, bermain dan menikmati eksperimen sederhana disekolah dan lingkungan.
Aku mengetahui dengan baik Richard P. Feynman selain ilmuwan penting tetapi juga ia sebagai pendidik di negaranya.
Beberapa waktu sekarang dan kedepan Allah mungkin memilihkan aku jalan untuk menjadi rubah, mungkin bukan rubah sesungguhnya. Mungkin juga disebut bayi rubah. Tetapi meskipun demikian aku harus tetap mensyukurinya dan berbuat terbaik.
Tulisan ini di dedikasikan untuk semua teman lulusan fisika dimanapun berada dan siapa pun yang mencintai fisika.
Jadi teringat ucapan dosen kita, Profesor Rustam : “masalahnya sekarang bukan kalian tercebur didalam jurusan fisika tapi kalian harus terus berjalan dengan menggunakan cara berfikir orang fisika yang bermanfaat”
Semoga kita semua saat ini dapat menjalankan setiap profesi kita dengan sepenuh hati sebagai fisikawan dan semoga suatu saat kita bisa menjadi rubah atau bahkan landak yang bermanfaat di kebun masyarakat
Islamic Global and inclusive school mutiara bunda, Bandung 21 Agustus 2009.
Saturday, August 8, 2009
#1...inklusif
As usual, day by the day (first week on new academic semester 2009 an 2010) I run my teaching activities in school.
But today for this note, I’d like to contemplate about this school. As far I can do that.
The first thing is about inclusive. Let’s see. Inclusive in mutiara bunda..
We are a welcoming school applying the Inclusive philosophy in the learning environment ( as I know we’re a pioneer in bandung, if I’m not mistaken). We accept the students with special needs such as autistic, hyperactive, ADD, ADHD, cerebral palcy, and gifted students. These special needs students study in one class together with other mainstream students. Yup, actually such a first time I saw the class condition. I remember ‘the keen’. Met Dhani and Jaka, these childs impressed me.
Then, I proud that…
Many teachers from other schools and university students from other cities in indonesia and foreign countries visited our school to study and learn about the inclusiveness in Mutiara Bunda, Therefore, we have to work on improving our service to our students by increasing the teachers knowledge and skill, developing our Inclusive program, and providing the facilities. (amin)
“berbuat terbaik dimana kita bekerja”


