Friday, January 13, 2012

Project Pembuatan Karya Kreativitas Sains Kelas 9



Membuat model atau permainan sains sederhana dan kreatif dengan menggunakan barang bekas layak pakai.

Syarat mengikuti program ini.

Kalian harus mencantumkan Anggota tim kalian, e-mail dan mem-follow blog ini untuk meng-update informasi.

Langkah pertama. Kalian harus mencari ide karyanya. Selanjutnya insyaAllah akan dikirimkan contoh laporan tertulis dan contoh karya kelas 9 sebelumnya ke alamat e-mail kalian masing-masing.

Nanti akan ada informasi selanjutnya.



Read More ..

Sunday, December 25, 2011

Profesor di Persimpangan Jalan

Sosok itu sangat kukenal.
Empat tahun sudah aku bersamanya. Dua tahun lebih aku telah meninggalkan kampus. Mencari kehidupan sesungguhnya. Membuktikan dan menjalani sebagian besar nasihat-nasihatnya. Hingga kini.

Pagi itu aku bertemu kembali dengannya.

Menyapanya di persimpangan jalan.

Seorang fisikawan yang dimiliki negeri ini. Namun tak banyak orang awam mengenalnya. Tak banyak pula berita mengenainya. Dalam lingkungan Ilmiah (khususnya dunia fisika) beliau cukup dikenal baik. Banyak pula relasinya. Dari macam orang sipit timur jauh. Jepang. Hinggapara ilmuan tinggi besar ras kaukasoid eropa.

Apa yang akan ku ceritakan dengan ringkas ke depan di tulisan ini adalah bukan tentang perjalanan hidupnya. Bukan pula tentang hubungannya dengan fisika. Bukan, bukan sama sekali.

Aku hanya akan sedikit bercerita tentang sebuah perasaan dalam hati ini. Tak enak rasanya bila tidak dibagi kepada orang lain. Sebab bagiku. Perasaan ini begitu indah.


Aku masih duduk-duduk di pinggir jalan menunggu kawan dengan sepeda motornya. Tentu pagi itu aku hendak berangkat kerja. Ke sekolah lebih tepatnya. Tak beberapa lama sosok itu hadir di hadapanku. Tiga meter kurang lebih jarak kami. Ia berjalan kaki sambil menunduk. Mengenakan rompi dan tas yang biasa ia pakai. Dandanan dan sisiran rambut seperti biasa. Tak berubah semenjak pertama aku mengenalnya.

Apa yang berubah? Aku tak yakin dengan pasti. Rambutnya yang telah banyak memutihkah? Atau keriput yang semakin banyakkah? Secara teori sih iya. Namun aku tak perlu lah memastikan itu.

Ia masih saja berjalan menunduk ketika aku sudah berdiri menunggu di hadapannya. Ia melihat ke arahku. Namun ia langsung kembali menunduk. Mungkin pikir beliau aku adalah orang yang biasa berlalu lalang. Aku tetap berdiri dan memasang senyum. Akhirnya beliau kembali melihat ke arahku. Ia baru menyadari. Bahwa laki-laki yang dari tadi berdiri sambil menyebar senyum hingga mungkin giginya telah mengering adalah salah satu mahasiswanya. Di jurusan fisika.
Ia membalas dengan dengan senyuman sambil berkata “ Oooohh, Kau!” dengan logat batak yang telah tercampur sedikit rasa sunda.

Tak banyak kami berbincang. Karena beliau dikejar waktu untuk mengajar di kampus. Bagiku itu bukan masalah. Namun hingga beberapa detik saat bersamanya aku merasakan desiran rasa bahagia di hati ini. Entah mengapa. Begitu nyaman.
Dan aku masih juga memasang senyum untuknya. Biarlah gigi ini mengering.


Ia kemudian pamit kepadaku untuk mengejar bus yang akan mengantarnya ke kampus.

“ Ya Pak, silahkan” ucapku

Beliau kembali berjalan menunduk menuju tempat berhentinya Bus. Dan aku masih disini. Berdiri dipinggir jalan dan menatap punggungnya dari kejauhan.

Pikiranku kembali melayang saat aku masih duduk di bangku kuliah dahulu. Betapa banyak kata-katanya yang telah menyita perhatianku. Menginspirasiku. Masih ingat di kepala ini bagaimana ia dulu berkata dengan lincah.
Bahwa pantang orang fisika berkata tidak mampu, apabila ditawari sebuah proyek. Orang fisika harus mampu bertanggung jawab. Masalah gagal itu urusan belakangan yang penting kita telah membuat orang lain percaya kepada kita dan berusaha sekuat tenaga.


Dahulu ia dengan tegas dan wajah galak menegurku ketika aku tidak mampu menjelaskan dan membuktikan persamaan model matematika yang aku usulkan pada penelitianku.


“Apa Kau main sulap Okky? Tiba-tiba muncul persamaan itu. Dari mana? Tak boleh itu!!” Aku masih ingat perkataannya.

Perkataan yang telah membuat aku belum layak lulus seperti dua partnerku yang lain. Perkataan yang membuat aku mengurung diri di kosan beberapa minggu untuk mencari jawaban atas pertanyaanya. Pertannyaan yang menyebabkan aku harus menulis ulang skripsiku. Menyebalkan memang. Sangat sedih bahkan.

Apa aku membencinya?


Tidak kawan. Sungguh aku tidak sedang berkata bohong padamu. Justru semenjak itu hingga sekarang aku menyadari bahwa beliau sedang mengajarkan kejujuran dan tanggung jawab kepadaku.

Kejujuran dan tanggung jawab itu tidaklah mudah Bung.

Sungguh ia adalah guru yang telah menginspirasiku.

Bila boleh jujur aku ingin sepertinya. Aku merindukan perjumpaan seperti itu dengan murid-muridku. Ketika aku telah menua nanti. Telah berkurang kemampuan akal ini. Salah seorang muridku menyapaku dengan rasa senang dan bangga seperti yang kurasakan saat itu.

Mungkin saat itu aku telah lupa kebersamaan apa atau pelajaran apa yang telah kuberikan padanya. Aku tak ingat meski sekeras mungkin aku mencoba mengingat. Mungkin juga aku telah lupa namanya. Namun satu hal yang pasti kutahu dari wajah muridku itu. Bahwa ia bahagia bertemu denganku. Ia tunjukkan melalui senyumnya yang tulus.
Dan mencintai ku melalui sepotong ucapan,


“Pak Okky sehat Pak?”


Hanya kepada Allahlah aku berharap dan hanya kepada-Nya kebaikan kami dijadikan tabungan untuk bertemu kembali di Syurga-Nya.



Ditulis di rumah sederhana tempat dahulu berkumpul mimpi-mimpi saat kecil
26 Desember 2011. 09.53





Read More ..

Saturday, December 24, 2011

Video kenangan kelas 9 angkatan 3

Bersama kelas 9 angkatan 3 yang berhasil terekam

Silahkan lihat






Read More ..

Saturday, December 10, 2011

Kampanye Kejujuran!!!


Lomba Design Poster Kampanye Kejujuran di Sekolah Mutiara Bunda


Peserta adalah siswa/i SMP-SMA Mutiara Bunda. Perseorangan atau berkelompok

Desain bebas­­ (tanpa mengandung SARA dan pornografi). Tema Design : Kejujuran

Software yang digunakan juga bebas. Format karya : .JPG atau .Tiff

Email ke : Sinar.fajar.15@gmail.com

Tiga terbaik akan mendapatkan hadiah dari pihak sekolah + Sertifikat

Sepuluh terbaik akan dicetak dan dipajang di lingkungan sekolah

Akan digunakan sistem penjurian dan voting

Saatnya kamu beraksi!

Karena kamu bukan anak alaY!





Read More ..

Friday, November 25, 2011

Kamu kenapa sih Nak?

Ketika Kami Berkunjung ke Jogya. di Suatu tempat makan.

Saya : (sekilas mendengar suara teman guru yang sedang menelpon). “ Hah..Apa!! Gudeg Tsunami??”
Teman Guru : “ Iiihh, aku bilangnya gudeng Yu Narmi kok. Bukan Tsunami. Gimana sih Pak Okky”
Saya : “Ooohhh!” (mengaku salah dan gak bisa ngeles)
Murid saya #1 : (nyamber dan nimbrung) Yee. Bapak. Makannya Pak, pergi ke Dokter THR!!”
Murid saya #2 : Hah????

Sepertinya murid saya ini kurang uangnya!.



Read More ..

Monday, November 21, 2011

Pembenaran (saya) atas Kekalahan Timnas Indonesia di Sea Games 2011

Gerimis hujan malam itu tak pula menyurutkan rasa cemas saya. Rasa cemas untuk mendengar gol balasan untuk Malaysia. (bisa-bisanya Malaysia merobek gawang dengan sundulan macam itu-Anda semua pasti sepakat kan?)
Tak pula kunjung hadir gol yang sangat ditunggu dan hujan masih saja jatuh di kota bandung. Saya pun berharap. Satu gol saja. Satu gol saja. Kenapa? Karena saya sangat tidak suka dengan adu penalti. (dan bukti ketidak sukaan saya atas adu penalti adalah saya tidak mau melihat sama sekali. Karena kebetulan angkot yang saya tunggu sudah ada. Langsung cabut deh. Hehe). Terlalu besar harapan. Terlalu besar kecemasan saya.
Padahal kalau dipikir-pikir saya sebenarnya bukan pecinta sepak bola (sejati). Apa lagi sepak bola dalam negeri. Justru adik saya yang sangat menggilai bola. Saya hanya suka eforia final setiap pertandingan sepak bola bergengsi di luar negeri. Contoh : Liga Champion.(ya iya lah)
Palsu. Ya, saya pecinta bola yang palsu. Amatiran.
Namun apabila saya dihidangkan kekalahan indonesia seperti ini. Saya sempat terdiam cukup lama juga di depan televisi. Meski tidak sampai menagis sih. Tapi nyesek. Kenapa bisa? Tuh kan kalau adu penalti mah terlalu berat. Saya meracau dalam hati.
Jelas sebagai orang yang normal, pastilah saya butuh pembenaran-pembenaran untuk dapat membesarkan hati. Meski sempat terayu pikiran-pikiran seandainya tidak offside Ferdinand Sinaga. Atau lainnya. Huff
Ada dua hal yang muncul di benak saya. Anggaplah sebagai pelajaran penting hari ini (buat saya). Pertama, jelas di depan mata sebuah keinginan besar saya untuk kemenangan indonesia terhempas melalui drama lapangan yang menimbulkan banyak tanda tanya. Anda dan saya pasti senantiasa berdoa kan sepanjang menit-menit pertandingan? Namun, nyata-nyata ditolak oleh Dzat yang Maha Tahu.
Secara telak. Di depan mata. Langsung seketika itu pula. Saya mendapatkan hal yang justru saya dan Anda semua tidak inginkan. Yaitu kekalahan.
Sebuah pelajaran keras bagi saya. Woi, Allah Maha Tahu apa yang terbaik, meski loe minta dengan sangat. Jadi jangan sotoy. Baik kita simpan pelajaran pertama.
Kedua. Malam itu juga saya bertanya sama adik saya. “De, spanyol baru pertama kali juara dunia kan? Sebelumnya gimana?”
“Ya sekali. Dulunya yah jelek. Terseok-seok” jawab adik saya singkat.
Anda pastilah mengerti maksud pembicaraan ini.
Butuh waktu dan pengorbanan lebih untuk merasakan manisnya juara sesungguhnya. Bukankah akan sangat nikmat ketika gelar juara tak kunjung dapat. Sehingga menjadikan kita terus belajar dan menata mental. Sehingga apabila gelar juara hadir nanti (yang gengsinya jauh lebih tinggi), kita semua telah siap. ketika semua komponen perjuangan sudah kita lalui. Semua kerja keras dan kerja cerdas terbayar tunai.
Bayangkan dari awal-awal piala dunia Spanyol baru merasakan juara hingga tahun 2010. Berapa dekade kawan?
Singkat kata, sepak bola indonesia masih belum sampai ke sana. Masih butuh penyempurnaan proses. Semoga anda sepakat? Dan Jelas-jelas tidak ada hubungannya antara kekalahan dengan hadir atau tidaknya SBY. Haloooo!!..hari genee!
Setidaknya itu pembenaran saya agar hati ini tidak terlarut sedih.
Terakhir, bila anda masih sedih. Coba bayangkan hal ini. Timnas belanda yang belum pernah juara dunia. Sekali pun. Kalahnya itu selalu di final. Ditonton seluruh dunia. Dan Bayangkan anda sebagai orang londo.



Read More ..

Tuesday, November 1, 2011

Vote for Sea Turtles

(Doc. Photo oleh : Didi Kusmayadi)

“Vote for Sea Turtles”

Setelah kami melakukan perjalanan yang mengesankan ke Pantai Pangumbahan Ujung Genteng guna mengamati proses perkembangbiakan pengarung purba (Baca:Penyu). Kami ingin mengajak kepada Anda semua, bahwa makhluk yang sangat mengagumkan tersebut perlu dibantu untuk dapat lestari di muka bumi ini.

Melalui Vote for Sea Turtles ini, minimal anda dan banyak orang disana menjadi tahu bahwa ada satu spesies makhluk hidup yang sedang berjuang untuk dapat melanjutkan generasinya. Kemudian Anda akan tertarik untuk mengetahui dan mempelajarinya, dan pada akhirnya nanti kaki anda tergerak untuk mengunjunginya di manapun di seluruh nusantara yang terdapat konservasi Penyu.

Selamat memilih dan selamat menyebarkan semangat penyelamatan penyu!

Salam.


1.



Read More ..