Friday, September 26, 2008

Pelajaran Berharga dari Thomas Alfa Edison

kita semua tahu Thomas Alfa Edison. Ia dikenal sebagai ilmuan eksperimental, penemu, inovator dan pebisnis handal. Suatu kemampuan yang patut kita jelajahi. Melalui tulisan ini saya tidak akan berkomentar tentang biografinya atau membahas penemuan-penemuannya tetapi sedikit mengulas pencerahan yang saya dapatkan sedikit dari perjalanan panjang hidupnya.

Bermula dari kejenuhan akan tugas akhir yang sedang saya kerjakan. Begitu banyak koreksi yang didapat, penjelasan masalah yang sangat memusingkan dan hasil perhitungan yang kurang memuaskan. Rasa-rasanya ingin segera keluar sejenak untuk mencoba mendapatkan penyelesaian yang menyenangkan. Tapi bagaimana? Pikir saya. Jika kalau bukan saya sendiri yang terus mengulasnya, tentunya dengan meminta bantuan orang yang dipercaya.

Saat membuka catatan harianku tahun 2006, aku mendapatkan sepenggal kata yang begitu menyentuh setiap logika ilmiahku, menggusur ketakutanku dan sedikit memberikan rasa optimis untuk bermain-main lagi dengan tugas akhirku. Kata-kata itu tertulis dalam catatan harian saya , “Aku tidak pernah mengalami kegagalan tetapi hanya pengalaman yang berharga” oleh Thomas Alfa Edison. 
Lihat kawan, betapa positifnya pikiran jenius ini. Betapa ia menyadari bahwa segalanya berawal dari penilaian akalnya.

Saya baru ingat sedikit kisah yang memunculkan kata kata ini. Kurang lebih sebagi berikut. Saat itu Edison sedang kehabisan akal untuk menemukan material yang tepat sebagai filamen pada lampu bohlamnya, begitu pula kawan laboratoriumya. Saat itu sudah beribu-ribu bahan yang digunakan tetapi belum saja dapat memuaskan hasilnya. Saat kondisi yang sudah sangat menjenuhkan tersebut, Edison ditanya oleh wartawan yang sedang mencoba meliput hasil pekerjaan tim edison.

wartawan : “ Pak Edison setelah kegagalan yang anda alami ini, setelah anda mencoba lebih dari 900 bahan yang akan digunakan sebagai filamen bohlam anda tetapi belum ada yang memuaskan hasilnya. Apakah anda akan terus mencoba kembali ?”
Edison : “Tentu saja. Dan kata siapa saya telah gagal, justru saya telah berhasil menemukan 900 cara yang yang salah untuk membuat lampu yang dapat menyala dengan terang dan indah. Masih banyak cara lain yang belum saya coba. Semoga berhasil”

Dengan ajaib kata-kata tersebut dapat menyihir dirinya dan tim kerjanya untuk bekerja kembali hingga mendapatkan jenis bahan yang tepat untuk bola lampunya yang masih bisa kita rasakan sampai sekarang.

2 comments:

  1. Edison bisa menjadi penemu ulung karena sejak kecil sudah melakukan percobaan dan sepanjang hidupnya fokus pada kegiatannya itu.
    --»Posting yg keren, Edison adalah salah satu tokoh teladan bagi saya.

    ReplyDelete