Tuesday, June 28, 2016

Buka Puasa Bersama di Gedung Negara Pakuan Bandung

Bulan Ramadhan kali ini, saya dan bersama kawan-kawan guru di sekolah mendapatkan sebuah pengalaman berharga. Berkesempatannya kami semua mengunjungi rumah dinas gubernur Jawa Barat, Gedung negara Pakuan.

Kami; para guru, siswa dan orang tua diundang oleh Pak Ahmad Heryawan dan Ibu Netty untuk hadir dalam kegiatan buka puasa bersama pada tanggal 24 Juni 2016. Sungguh sebuah pengalaman yang akan memberikan manfaat kepada kami semua. 

gedung Pakuan Bandung
Gedung Pakuan



Tak ada pengamanan yang berlebihan dan acara yang formal-formal. Semua dalam suasana santai. Kami makan, mendengar sambutan-sambutan (tentu sambutan dari tuan rumah) dan bernyanyi-nyanyi. Yang paling menarik bagi kami adalah gedung Pakuan itu sendiri dengan kemegahan dan keluasan pekarangannya. 

Sejarah singkat gedung ini akan saya ulas dalam postingan kali ini. Gedung negara Pakuan memiliki karakteristik arsitektur Indische Empire Stijl yang anggun monumental serta sangat digemari oleh Jenderal Herman Willem Daendels.

Gedung Pakuan didirikan sesuai perintah Gubernur Jenderal Ch.F. Pahud karena pemindahan ibukota Keresidenan Priangan dari Cianjur ke Bandung. Pemindahan ibukota karesidenan itu baru dapat dilaksanakan oleh Residen Van der Moore pada tahun 1864, setelah Gunung Gede meletus dan menghancurkan Kota Cianjur. Mulai dibangun pada tahun 1864 sampai selesai pembangunannya pada tahun 1867. Kurun waktu tiga tahun.

Kini usia gedung pakuan itu sendiri adalah 152 tahun. Sudah banyak tokoh-tokoh dunia yang singgah dan berkunjung ke sana. Hal menarik yang disampaikan oleh tuan rumah adalah bahwa gedung ini tidak mengalami kerusakan sedikitpun saat gempa besar di Jawa Barat. Kunci dan rahasianya hanya satu. Gedung ini dibangun oleh orang-orang yang jujur. Kejujuran meraka menjadikan gedung ini sesuai dengan peruntukannya berdiri dan melindungi orang-orang yang tinggal di dalamnya. Tak ada kecurangan dan korupsi sedikitpun.


 



No comments:

Post a Comment